Kapolri Siapkan Konsep Perlindungan Jurnalis — Di Hadapan Ribuan Peserta Jalan Santai PWI, Ia Tegaskan: “Polri & Pers Harus Jalan Bersama!”
Kapolri Siapkan Konsep Perlindungan Jurnalis — Di Hadapan Ribuan Peserta Jalan Santai PWI, Ia Tegaskan: “Polri & Pers Harus Jalan Bersama!”. (Foto: Rambe)
JAKARTA — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali menegaskan komitmen kuat Polri dalam memperkuat hubungan dengan insan pers. Tidak hanya hadir dalam acara Jalan Santai PWI, Kapolri juga mengumumkan bahwa Polri tengah menyusun konsep perlindungan khusus bagi jurnalis—sebuah terobosan yang langsung mendapat sorotan publik dan apresiasi dari komunitas media.
Kapolri menegaskan bahwa pers memainkan peran vital dalam demokrasi dan penegakan hukum karena menjadi penyambung informasi yang jujur kepada masyarakat.
🛡️ Polri Siapkan “Skema Perlindungan Jurnalis”: Langkah Bersejarah!
Kapolri menekankan bahwa Polri sedang menyiapkan formulasi perlindungan bagi jurnalis yang tengah bekerja, terutama bagi mereka yang meliput:
- Lokasi konflik,
- Aksi kriminalitas tinggi,
- Wilayah rawan kekerasan,
- Liputan investigasi sensitif.
“Jurnalis harus merasa aman saat bekerja. Di lapangan, Polri wajib memastikan keselamatan mereka,” tegas Kapolri.
Konsep ini tengah disempurnakan bersama organisasi pers agar prosedur pengamanan di lapangan semakin jelas dan terukur.
🤝 Di Jalan Santai PWI, Kapolri Bungkus Pesan Penting: Polri–Pers Tidak Boleh Saling Curiga
Dalam acara jalan santai yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Kapolri tampil menyapa ribuan peserta. Dirinya menekankan bahwa hubungan Polri dan insan pers bukan hubungan yang berjarak, melainkan hubungan yang saling membutuhkan.
“Sinergi Polri dan pers ini penting. Kita butuh jurnalis yang kuat, berani, dan independen. Demokrasi maju kalau persnya sehat.”
Acara ini juga menjadi ruang silaturahmi antara Polri dan pers, memperkuat kepercayaan satu sama lain.
📡 Jurnalis Adalah Mitra Strategis Pengungkapan Fakta
Kapolri menegaskan bahwa kerja media adalah bagian dari ekosistem keamanan nasional. Tanpa jurnalis, publik tidak bisa menerima informasi akurat mengenai:
- Penanganan bencana,
- Pengungkapan kasus besar,
- Kebijakan publik,
- Kondisi keamanan di berbagai daerah.
Karena itu, Polri menegaskan bahwa peran jurnalis harus dipastikan aman, baik saat liputan kriminal, demo besar, hingga peliputan khusus di daerah konflik.
📰 PWI Apresiasi Komitmen Kapolri
Ketua Umum PWI menyambut baik inisiatif Kapolri. PWI menyebut konsep perlindungan jurnalis adalah langkah maju yang belum pernah dilakukan oleh lembaga penegak hukum lain secara resmi.
Sinergi ini disebut akan memperkuat:
- Kebebasan pers,
- Transparansi informasi,
- Akuntabilitas penegakan hukum,
- Kepercayaan publik terhadap pemerintah dan Polri.
💬 Pesan Kapolri: Jurnalis Harus Bebas dari Intimidasi
Dalam pidatonya, Kapolri mengingatkan bahwa pers tidak boleh dibungkam atau ditekan. Tugas polisi di lapangan adalah memastikan tidak ada kekerasan atau penghalangan terhadap jurnalis yang bekerja sesuai koridor hukum.
“Selama jurnalis bekerja profesional, Polri wajib mengamankan, bukan menghalangi,” tegasnya.
🎯 Sinergi Polri–Pers Semakin Kuat, Demokrasi Semakin Dewasa
Dengan disiapkannya konsep perlindungan jurnalis dan diperkuatnya silaturahmi melalui kegiatan bersama seperti Jalan Santai PWI, Polri menunjukkan komitmen bahwa institusi ini:
- Mendukung kebebasan pers,
- Menjaga keselamatan jurnalis,
- Mendorong transparansi,
- Memperkuat demokrasi.
Kehadiran Kapolri bukan hanya simbol, tetapi menunjukkan bahwa Polri ingin berjalan bersama pers, bukan berhadap-hadapan.
{RAMBE}