KAWASAN “KOTA MATI”! Malaysia Perang Narkoba di Perbatasan Kelantan–Thailand Menghancurkan Hidup Warga!
KAWASAN “KOTA MATI”! Malaysia Perang Narkoba di Perbatasan Kelantan–Thailand Menghancurkan Hidup Warga!. (Foto: redSVG)
Malaysia melancarkan operasi besar-besaran memerangi narkoba di perbatasan Kelantan–Thailand, dan dampaknya lebih dalam dari yang banyak orang kira. Upaya pengetatan keamanan untuk memotong jalur penyelundupan ternyata telah mengubah wilayah perbatasan yang dulu ramai menjadi “kota mati” yang sepi.
Dulu Ramai, Sekarang Sepi
Rantau Panjang, sebuah zona bebas bea di Kelantan hanya selemparan batu dari Sungai Golok di Thailand, dulu penuh pedagang dan pelajar yang menyeberang setiap hari. Kini, setelah Malaysia menutup dermaga ilegal dan memperketat pengawasan sejak akhir 2024, aktivitas warga nyaris hilang.
Pemilik toko mengatakan wilayah itu kini terasa seperti “kota mati”, setelah ratusan pelajar dan pembeli yang biasa datang ke sana hilang. Toko-toko yang dulu ramai kini banyak yang tutup, bahkan pelajar yang biasa menyeberang kini takut melintas tanpa jalur resmi.
Langkah Malaysia untuk Hentikan Narkoba
Malaysia membongkar dermaga-dermaga tak resmi di Sungai Golok yang selama ini menjadi titik penyelundupan narkoba, senjata, dan imigran ilegal. Aparat kini menindak siapapun yang menyeberang tanpa izin, termasuk menutup jalur-jalur informal yang dulu tak diawasi.
Hasilnya, penegakan hukum menunjukkan penurunan kasus dan sitaan narkoba signifikan, dengan ribuan penangkapan terkait narkoba sepanjang tahun.
Rencana Tembok Besar di Perbatasan?
Malaysia bahkan mempertimbangkan pembangunan tembok sepanjang puluhan kilometer di perbatasan untuk menghentikan penyelundupan sepenuhnya—walau proyek ini masih dalam pembahasan pemerintah dan belum jelas kapan dimulai.
Warga Lokal Terpuruk
Namun, langkah keras ini berdampak besar pada kehidupan masyarakat setempat. Warga di kedua sisi perbatasan menggantungkan hidup pada perdagangan kecil dan penyeberangan harian. Karena pengetatan, lapangan kerja serta pemasukan mereka makin sulit, dengan turun drastisnya jumlah pembeli dan turis lintas batas.
Seorang pedagang nasi campur di Sungai Golok mengatakan, tanpa pelanggan dari Malaysia, usaha kecilnya hampir gulung tikar. Banyak warga berharap kebijakan yang lebih “fleksibel” agar tetap bisa hidup tanpa ancaman kriminal.
Persoalan Keamanan vs. Kehidupan Warga
Otoritas Thailand sebenarnya juga menyadari narkoba adalah masalah serius, namun mereka lebih berhati-hati terkait penutupan jalur informal karena itu sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.
Dilansir dari CNA, 30 Des 2025
@AqilHaziqCNA