Logo
CRIME WATCH.ID

Korban Tipu Daya Aplikasi 'Snapboost' Blora Meledak Jadi 35 Orang: Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar, Polres Blora Gandeng Tim Siber Polda Jateng!

7497 views
Rabu, 20 Mei 2026 - 10:43 WIB {RAMBE}
Korban Tipu Daya Aplikasi 'Snapboost' Blora Meledak Jadi 35 Orang: Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar, Polres Blora Gandeng Tim Siber Polda Jateng!

Korban Tipu Daya Aplikasi 'Snapboost' Blora Meledak Jadi 35 Orang: Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar, Polres Blora Gandeng Tim Siber Polda Jateng!. (Foto: {RAMBE})

Gambar Ilustrasi


KEDOK INVESTASI DIGITAL AMBLES!

BLORA – Jagat investasi digital kembali diguncang skandal penipuan berbasis aplikasi yang memakan korban massal di wilayah Jawa Tengah. Jajaran Satreskrim Polres Blora kini bergerak agresif mengusut tuntas dugaan investasi bodong bertajuk aplikasi "Snapboost". Aplikasi ini mendadak macet total dan tidak dapat diakses, meninggalkan jerit tangis ratusan warga yang dananya amblas seketika.

Hingga saat ini, gelombang aduan masyarakat ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Blora terus mengalir deras hingga jumlah pelapor resmi melonjak tajam.


Gelombang Laporan Korban Melejit: Dari Ratusan Juta Kini Tembus Miliaran!

Pihak kepolisian membeberkan grafik penambahan korban yang datang mengadu secara berkala. Kasatreskrim Polres Blora, AKP Zaenul Arifin, menegaskan bahwa proses klarifikasi dan pendalaman alat bukti terus berjalan maraton.

  • Selasa (21/4): Laporan awal mula-mula resmi dibuka oleh 17 orang pelapor.
  • Jumat (24/4): Jumlah pengadu bertambah menjadi 21 orang dengan akumulasi kerugian awal menyentuh Rp500 juta.
  • Update Terkini: Total korban melesat menjadi 35 orang pelapor dengan estimasi kerugian total yang ditaksir mencapai Rp2,6 miliar.

Nominal kerugian tiap-tiap korban sangat bervariasi, mulai dari jutaan rupiah, puluhan juta, hingga ada yang harus menelan pil pahit kehilangan uang tunai sebesar Rp100 juta per orang secara personal.

"Saat ini, kami masih melakukan klarifikasi terhadap seluruh korban yang telah melapor. Masih kami dalami, termasuk dugaan keterlibatan beberapa pihak. Semua masih dalam proses penyelidikan," tegas AKP Zaenul Arifin, Selasa.


Siasat Licik Snapboost: Iming-iming Untung Kilat, Macet Total di April 2026!

Modus operandi yang dilancarkan oleh pengelola aplikasi Snapboost tergolong klasik namun sangat mematikan di era digital. Mereka menebar jaring rayuan berupa tawaran keuntungan finansial yang sangat besar dalam kurun waktu singkat. Strategi ini terbukti ampuh menyihir masyarakat dari berbagai kalangan yang berharap bisa memperbaiki kondisi ekonomi keluarga mereka.

Kehancuran sistem mulai tercium sejak awal April 2026. Beberapa korban membeberkan kesaksian mereka:

  • Johan Adi Saputro: Korban yang tergiur promosi meyakinkan ini ikut bergabung lewat akun rekannya dan telah menyetor dana bertahap hingga Rp49,5 juta. Dana beserta bonus yang dijanjikan mendadak hangus dan tidak bisa dicairkan.
  • Diana (Kerugian Rp1,8 Miliar): Melalui kuasa hukumnya, Sugiyarto, terungkap bahwa Diana sudah bergabung sejak Agustus 2025. Karena sistem di awal berjalan sangat mulus, ia sempat merekrut banyak orang hingga jaringannya di wilayah Blora diperkirakan mencapai 700 orang. Total kerugian dalam lingkaran jaringan Diana sendiri diproyeksikan berada di angka Rp2 miliar.


Respons Cepat Polri: Koordinasi Lintas Satuan Tim Siber Polda Jateng!

Mengingat kejahatan ini murni berbasis platform digital terkini (cyber fraud), Polres Blora tidak tinggal diam. Penyidik langsung merajut sinergi ketat dan berkoordinasi intensif bersama Tim Siber Polda Jawa Tengah untuk membedah rekam jejak digital forensik aplikasi tersebut.

Langkah taktis ini diambil guna melacak aliran dana perbankan, memburu operator utama di balik layar, serta mengidentifikasi pihak-pihak yang ikut mempromosikan aplikasi Snapboost di wilayah hukum Jawa Tengah. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak mudah tergiur oleh aplikasi investasi apa pun yang menawarkan keuntungan tidak masuk akal tanpa mengantongi izin resmi dari otoritas keuangan negara.


{RAMBE}



BERITA TERKAIT