Logo
CRIME WATCH.ID

MARKAS JUDOL HAYAM WURUK DIGEREBEK! 321 WNA Sindikat Internasional Diciduk

5564 views
Senin, 11 Mei 2026 - 10:59 WIB {RAMBE}
MARKAS JUDOL HAYAM WURUK DIGEREBEK! 321 WNA Sindikat Internasional Diciduk

MARKAS JUDOL HAYAM WURUK DIGEREBEK! 321 WNA Sindikat Internasional Diciduk. (Foto: {RAMBE})

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra


Resmi Dipindahkan! Nasib 321 WNA Admin Judol Kini di Tangan Imigrasi Usai Digerebek Polisi. 



Polri: Ada Sponsor Rahasia di Balik Server Kamboja?

JAKARTA – Gelombang perang melawan perjudian online di Indonesia memasuki babak baru yang mengejutkan. Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berhasil membongkar markas besar sindikat judi online (judol) yang beroperasi di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat. Sebanyak 321 Warga Negara Asing (WNA) diamankan dalam operasi besar-besaran ini, mengungkap jaringan gelap lintas negara yang sangat terorganisir.

Operasi ini tidak hanya menyoroti skala operasional yang masif, tetapi juga membuka kotak pandora mengenai aliran dana sponsor yang mendukung keberadaan ratusan "operator" asing tersebut di tanah air.


Sarat Warga Negara Asia: Dominasi Kamboja hingga Vietnam

Dari hasil identifikasi petugas, ratusan admin judol yang ditangkap berasal dari berbagai negara di kawasan Asia. Berdasarkan rincian dari Polri, mayoritas pelaku merupakan WNA asal:

  • Kamboja: Menjadi kelompok terbesar dalam sindikat ini.
  • Vietnam: Sejumlah besar admin juga berasal dari negara ini.
  • Negara Asia Lainnya: Mencakup warga negara dari Thailand dan Tiongkok yang turut mengoperasikan server perjudian.

Keberadaan ratusan WNA ini mempertegas bahwa Indonesia tengah dijadikan "hub" atau pangkalan operasional oleh sindikat internasional untuk menargetkan pasar perjudian global maupun domestik.


Investigasi Aliran Dana: Siapa Sponsor di Balik Layar?

Polri kini tidak hanya fokus pada penangkapan fisik, tetapi juga melakukan investigasi mendalam terhadap aspek finansial sindikat Hayam Wuruk ini. Fokus utama penyidik saat ini mencakup:

  • Sponsor Kedatangan: Polisi tengah mengusut pihak-pihak yang mensponsori keberangkatan dan akomodasi 321 WNA tersebut ke Indonesia.
  • Aliran Dana Operasional: Penelusuran dilakukan untuk mengungkap sumber dana besar yang digunakan untuk menyewa markas, menyediakan perangkat teknologi canggih, hingga penggajian admin.
  • Keterlibatan Pihak Lokal: Investigasi juga diarahkan untuk melihat kemungkinan adanya keterlibatan warga negara Indonesia yang memfasilitasi izin tinggal atau penyewaan lokasi strategis di Jakarta Pusat.


Pelimpahan ke Imigrasi: Langkah Deportasi Menanti

Setelah menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian, ke-321 WNA tersebut mulai dipindahkan ke Direktorat Jenderal Imigrasi pada hari ini. Langkah ini merupakan bagian dari koordinasi lintas instansi untuk memproses pelanggaran izin tinggal dan administrasi keimigrasian.

"Rencananya hari ini 321 WNA tersebut akan dipindahkan ke Imigrasi untuk proses lebih lanjut," tegas pihak kepolisian terkait penanganan para tersangka. Pemindahan ini mengisyaratkan adanya tindakan tegas berupa deportasi dan penangkalan masuk kembali ke wilayah Indonesia setelah proses hukum pidana diusut tuntas.


Komitmen Polri: Sikat Habis Markas Judol

Penggerebekan di Hayam Wuruk ini menjadi sinyal keras dari Polri bahwa tidak ada tempat aman bagi sindikat judi online di Indonesia. Dengan dukungan teknologi cyber dan kerja sama internasional, kepolisian berkomitmen untuk terus memutus rantai perjudian yang meresahkan masyarakat dan merugikan ekonomi negara.


{RAMBE}



BERITA TERKAIT