Logo
CRIME WATCH.ID

Mobil Program MBG Tabrak Siswa, BGN Siap Perketat SOP Sopir: Jangan Sampai Program Baik Berujung Petaka

5651 views
Jumat, 12 Desember 2025 - 10:46 WIB redSVG
Mobil Program MBG Tabrak Siswa, BGN Siap Perketat SOP Sopir: Jangan Sampai Program Baik Berujung Petaka

Mobil Program MBG Tabrak Siswa, BGN Siap Perketat SOP Sopir: Jangan Sampai Program Baik Berujung Petaka. (Foto: redSVG)


Jakarta — Insiden kecelakaan yang melibatkan mobil operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menabrak seorang siswa kembali menyorot aspek keselamatan dalam pelaksanaan program nasional tersebut. Menyikapi kejadian itu, Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan akan memperketat mekanisme penggantian dan pengawasan sopir agar insiden serupa tidak terulang.

Peristiwa ini memicu kekhawatiran publik, mengingat kendaraan MBG setiap hari beroperasi di lingkungan sekolah dan berinteraksi langsung dengan anak-anak serta tenaga pendidik.

BGN Akui Ada Celah Pengawasan

BGN mengakui bahwa kasus kecelakaan tersebut menjadi evaluasi serius, terutama terkait prosedur penggantian sopir kendaraan operasional. Selama ini, pergantian sopir dilakukan oleh mitra pelaksana di lapangan, namun ke depan mekanismenya akan diperketat dengan standar yang lebih jelas dan terukur.

BGN menegaskan, setiap sopir yang mengoperasikan kendaraan MBG harus memenuhi syarat administrasi, kompetensi, dan rekam jejak keselamatan berkendara.


Keselamatan Anak Jadi Prioritas

Menurut BGN, program MBG dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, bukan justru menghadirkan risiko baru. Karena itu, aspek keselamatan transportasi kini menjadi perhatian utama, seiring masifnya distribusi makanan ke sekolah-sekolah di berbagai daerah.

BGN menyatakan akan memperkuat koordinasi dengan penyedia jasa, termasuk memastikan sopir tidak diganti secara sembarangan tanpa verifikasi kelayakan.


Insiden Jadi Alarm Nasional

Kasus mobil MBG yang menabrak siswa ini dinilai sebagai alarm penting bagi seluruh pemangku kepentingan. Di tengah percepatan program makan bergizi gratis secara nasional, publik menuntut agar pemerintah tidak hanya fokus pada target distribusi, tetapi juga pada standar keselamatan dan pengawasan operasional.

Sejumlah pihak menilai, tanpa SOP yang ketat, program sosial berskala besar berpotensi menimbulkan persoalan baru di lapangan.


Evaluasi Menyeluruh Diperlukan

BGN menegaskan bahwa evaluasi tidak berhenti pada individu sopir, tetapi mencakup sistem pengelolaan armada, jam kerja, hingga pengawasan harian di lapangan. Langkah ini diharapkan dapat mencegah kecelakaan serupa sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap program MBG.

“Program ini menyasar anak-anak, maka aspek keselamatan tidak boleh ditawar,” menjadi penegasan BGN dalam merespons insiden tersebut.


{RedSVG}


BERITA TERKAIT