Logo
CRIME WATCH.ID

Penertiban TN Tesso Nilo Makin Panas! Warga Riau Mengaku Trauma: “Kami Ditatap Seperti Tersangka Seumur Hidup!”

6390 views
Kamis, 27 November 2025 - 10:36 WIB Rambe
Penertiban TN Tesso Nilo Makin Panas! Warga Riau Mengaku Trauma: “Kami Ditatap Seperti Tersangka Seumur Hidup!”

Penertiban TN Tesso Nilo Makin Panas! Warga Riau Mengaku Trauma: “Kami Ditatap Seperti Tersangka Seumur Hidup!”. (Foto: Rambe)

Riau — Penertiban di kawasan Taman Nasional (TN) Tesso Nilo kembali memicu gejolak. Sejumlah warga yang tinggal di wilayah tersebut mengaku mengalami trauma mendalam setelah rangkaian operasi yang melibatkan aparat. Mereka merasa diperlakukan seperti pelanggar hukum meski tidak pernah diberi ruang klarifikasi.

Operasi penertiban yang disebut untuk memulihkan kawasan konservasi itu justru menimbulkan ketegangan baru di lapangan.

Warga: “Kami Divonis Sepihak — Padahal Kami Tinggal di Sini Bertahun-Tahun”


Menurut pengakuan warga, pendekatan aparat membuat mereka merasa dihakimi tanpa proses yang jelas.

Mereka menyebut penertiban dilakukan tanpa komunikasi sosial yang memadai dan tanpa dialog yang melibatkan masyarakat terdampak.

Beberapa warga bahkan mengaku mengalami:

  • ketakutan setiap kali mendengar suara kendaraan aparat,
  • tekanan mental akibat stigma “perambah hutan”,
  • ancaman kehilangan rumah dan lahan hidup yang mereka kelola selama bertahun-tahun.


Latar Belakang: Penertiban Kawasan Tesso Nilo Dipicu Masalah Lahan yang Berlarut

TN Tesso Nilo adalah salah satu kawasan konservasi penting, tetapi konflik penguasaan lahan telah berlangsung lama. Sebagian warga yang bermukim di sekitar kawasan mengklaim mereka tinggal secara turun-temurun, sementara aparat menilai banyak lahan dikelola secara ilegal.

Ketegangan meningkat ketika operasi penertiban dilakukan dengan skala besar pada 2025, menyasar permukiman dan perkebunan warga.


Warga Merasa Tidak Mendapat Jalur Resmi untuk Menyampaikan Keberatan

Warga mengaku operasi berlangsung tanpa mekanisme konsultasi publik yang jelas.

Tidak ada:verifikasi status lahan satu per satu,pendataan ulang keluarga,sosialisasi hak masyarakat,mekanisme keberatan yang bisa ditempuh.

Akibatnya, warga merasa posisi mereka lemah dan tidak didengar.


Pakar Kebijakan Publik: Pendekatan Harus Humanis, Bukan Hanya Eksekusi


Sejumlah pengamat menilai bahwa konflik tenurial seperti di Tesso Nilo tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan penertiban.

Solusi yang dianggap lebih efektif meliputi:

  • Dialog multi pihak,
  • Audit status lahan berbasis data dan peta partisipatif,
  • Perlindungan terhadap warga yang tinggal sebelum penetapan kawasan,
  • Serta opsi relokasi atau legalisasi terbatas yang manusiawi.


Pemerintah Diminta Turun Tangan Langsung

Situasi ini memunculkan desakan agar pemerintah pusat ikut menengahi.

Masalah Tesso Nilo tidak hanya soal aturan konservasi, tetapi juga:hak hidup masyarakat,ketidakpastian status tanah,hingga potensi konflik horizontal.

Warga berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap pola operasi dan pendekatan aparat.


Ikhtisar: Konflik Tesso Nilo Belum Berakhir — Warga Minta Keadilan, Pemerintah Diminta Lebih Humanis

Trauma dan rasa terancam yang dialami warga menunjukkan bahwa persoalan ini lebih kompleks dari sekadar penertiban lahan.

Warga meminta pemerintah dan aparat membuka dialog, memberikan kepastian status tinggal, dan memastikan setiap tindakan di lapangan tidak melanggar hak dasar manusia.

Kasus TN Tesso Nilo kini menjadi sorotan nasional dan akan terus diikuti publik yang menunggu penyelesaian yang adil dan manusiawi.


{RAMBE}



BERITA TERKAIT