Polisi Tegas Bantah Isu Penyerangan RSUD Yowari Jayapura: Foto yang Beredar Ternyata Hasil Rekayasa AI
Polisi Tegas Bantah Isu Penyerangan RSUD Yowari Jayapura: Foto yang Beredar Ternyata Hasil Rekayasa AI. (Foto: redSVG)
JAYAPURA — Kepolisian akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait kabar penyerangan RSUD Yowari, Jayapura, yang sempat viral dan menimbulkan keresahan masyarakat. Polres Jayapura memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar. Foto-foto yang beredar di media sosial ternyata merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI), bukan kejadian nyata di lapangan.
Kapolres Jayapura menegaskan bahwa situasi di RSUD Yowari aman, tidak ada penyerangan, keributan, maupun gangguan keamanan seperti yang disebutkan dalam unggahan viral.
“Kami sudah cek langsung. Tidak ada insiden apa pun. Foto-foto yang beredar adalah manipulasi digital menggunakan AI,” tegas Kapolres dalam keterangannya.
Polri: Jangan Sebarkan Foto Tanpa Verifikasi, Potensi Hoaks Berbahaya
Polisi menilai penyebaran foto hasil rekayasa AI berpotensi memperkeruh situasi, apalagi jika dikaitkan dengan isu keamanan di Papua. Karena itu, Polri meminta masyarakat lebih berhati-hati terhadap konten yang tampak dramatis dan berskala besar, terutama yang tidak mencantumkan sumber resmi.
Tim siber Polri kini tengah melakukan penelusuran terhadap akun penyebar awal foto tersebut. Tujuannya untuk memastikan apakah penyebaran dilakukan secara tidak sengaja atau disengaja untuk menciptakan kepanikan publik.
Situasi RSUD Yowari Dipastikan Kondusif
Pihak rumah sakit juga membenarkan bahwa tidak ada gangguan keamanan. Aktivitas layanan kesehatan berjalan normal. Tidak ditemukan kerusakan bangunan, kerusuhan, atau korban seperti yang tergambar dalam foto editan.
Petugas keamanan rumah sakit menyebut unggahan yang beredar sangat berbeda dari kondisi nyata di lokasi.
Ahli: Manipulasi Gambar AI Semakin Canggih, Publik Harus Adaptif
Praktisi keamanan digital menjelaskan bahwa teknologi AI kini mampu membuat gambar yang terlihat sangat realistis. Tanpa literasi digital yang memadai, masyarakat mudah tertipu oleh visual manipulatif.
Karena itu, Polri mengimbau warga untuk:
- mengecek sumber berita
- memastikan unggahan berasal dari media kredibel
- tidak ikut menyebarkan sebelum verifikasi
- melapor jika menemukan konten mencurigakan
Polri Berkomitmen Jaga Stabilitas Papua dari Hoaks
Penyebaran hoaks berskala besar dapat memicu kesalahpahaman hingga konflik sosial, terutama di wilayah sensitif seperti Papua. Polri menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap siapa pun yang dengan sengaja menyebarkan informasi palsu yang mengancam ketertiban umum.
“Kami mengajak masyarakat tetap tenang. Jangan mudah terprovokasi oleh konten yang belum jelas kebenarannya,” tutup Kapolres.
{redSVG}