Prabowo Bongkar Fakta Mengejutkan: 50.000 TNI-Polri & Puluhan Helikopter Dikerahkan ke Lokasi Bencana!
Prabowo Bongkar Fakta Mengejutkan: 50.000 TNI-Polri & Puluhan Helikopter Dikerahkan ke Lokasi Bencana!. (Foto: redSVG)
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah telah menggerakkan kekuatan negara secara masif untuk menangani dampak bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, setelah belakangan muncul narasi yang menyebut pemerintah tidak hadir.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Prabowo menegaskan lebih dari 50.000 personel gabungan TNI dan Polri — setara 50 batalion — telah dikerahkan ke wilayah terdampak, lengkap dengan dukungan udara dan logistik.
“Kita sudah mengerahkan lebih dari 50.000 TNI dan Polri. Kalau dibilang negara tidak hadir, ya kita waspada saja terhadap narasi itu,” ujar Prabowo.
Skala Penanganan Bencana: Angka yang Belum Pernah Terjadi
50.000 personel TNI-Polri diturunkan untuk tugas bantuan, evakuasi, pengamanan, serta penyediaan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor. Lebih dari 60 helikopter dan belasan pesawat dikerahkan untuk menjangkau daerah yang aksesnya sulit dijangkau darat. Ribuan alat berat seperti truk, ekskavator, serta tangki air bersih telah dikirim ke lokasi bencana. Program pembangunan hunian sementara & tetap untuk ribuan warga juga telah diperintahkan langsung oleh Presiden.
“Negara Tak Hadir”? Prabowo: Narasi Itu Perlu Waspada
Prabowo menanggapi kritik terhadap respons pemerintah dengan tegas, menyatakan bahwa kekuatan besar yang dikerahkan — dari personel hingga armada udara — adalah bukti negara hadir di tengah rakyat terdampak bencana.
Ia menduga narasi negatif soal “negara tidak hadir” itu bisa dipengaruhi oleh pihak-pihak tertentu yang punya agenda lain, termasuk yang secara politis memanfaatkan situasi darurat.
Strategi Penanganan & Pemulihan
Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi sedang disusun dan akan melibatkan pembentukan satgas khusus serta pembangunan rumah hunian bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Program pembangunan lebih dari 2.000 rumah sudah dijadwalkan dimulai dalam waktu dekat.
Meski sebagian besar wilayah sudah mulai pulih, Presiden menilai bahwa tantangan logistik, cuaca ekstrem, dan kondisi geografis membuat pemulihan tidak bisa selesai dalam hitungan hari.
{redSVG}