Logo
CRIME WATCH.ID

Prabowo Selalu turun Tangan Pada Pembelian Alusista

84 views
Rabu, 15 Oktober 2025 - 12:55 WIB Admin
Prabowo Selalu turun Tangan Pada Pembelian Alusista

Prabowo Selalu turun Tangan Pada Pembelian Alusista. (Foto: Admin)




Mengapa hal ini terjadi? Berikut analisis peran strategis Prabowo di balik pembelian alat pertahanan nasional.


Nama Prabowo Subianto hampir selalu hadir dalam setiap proses pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) Indonesia. Dari pembelian jet tempur Rafale, kapal selam, hingga sistem rudal strategis KHAN, keterlibatan langsung Presiden sekaligus mantan Menteri Pertahanan itu menjadi sorotan publik.


Bahwa Prabowo tidak hanya berperan dalam pengambilan keputusan strategis, tetapi juga aktif dalam negosiasi diplomatik dan pengawasan teknis setiap kali Indonesia melakukan kerja sama pertahanan luar negeri.


1. Keterlibatan Langsung untuk Kepentingan Nasional


Menurut analisis pengamat pertahanan, langkah Prabowo turun tangan langsung bukan sekadar simbol kepemimpinan. Pengadaan alutsista bernilai miliaran dolar AS selalu terkait dengan kedaulatan negara dan posisi strategis Indonesia di kawasan Indo-Pasifik.


Dengan terlibat langsung, Prabowo memastikan setiap kesepakatan berjalan sesuai visi besar pertahanan nasional — bukan sekadar transaksi ekonomi semata.


2. Pastikan Standar dan Transfer Teknologi


Dalam setiap kontrak pertahanan, transfer teknologi (ToT) dan offset industri menjadi isu penting.

Keterlibatan Prabowo dianggap mempercepat diplomasi antara pemerintah dan mitra asing seperti Prancis, Turki, dan Korea Selatan.


Pendekatan langsung juga diyakini memperkuat posisi tawar Indonesia dalam mendapatkan teknologi militer canggih sekaligus membuka peluang kerja sama industri pertahanan domestik.


3. Pengawasan dan Akuntabilitas Pengadaan


Dengan proyek senilai triliunan rupiah, risiko penyimpangan dan inefisiensi kerap menjadi perhatian publik.

Prabowo disebut ingin memastikan transparansi dan akuntabilitas tetap terjaga. Dalam beberapa kasus, ia juga meninjau langsung pabrik produsen alutsista luar negeri untuk memastikan kualitas dan ketepatan waktu pengiriman.


4. Kritik dan Tantangan yang Mengemuka


Meski banyak pihak menilai keterlibatan langsung Presiden membawa dampak positif, kritik tetap muncul:


Khawatir terjadi politisasi proyek pertahanan


Konsentrasi kewenangan di tingkat tertinggi


Minim transparansi publik dalam proses tender


Pengamat menilai keseimbangan antara peran politik dan fungsi kelembagaan teknis perlu dijaga agar mekanisme pengawasan tetap berjalan sehat.


Peran aktif Prabowo Subianto dalam setiap pengadaan alutsista mencerminkan pendekatan kepemimpinan yang terpusat pada tanggung jawab strategis dan keamanan nasional. Namun di sisi lain, transparansi dan tata kelola pengadaan publik tetap menjadi kunci agar pembangunan kekuatan pertahanan Indonesia berjalan profesional, efisien, dan bebas dari kepentingan politik.

(SVG)


BERITA TERKAIT