Logo
CRIME WATCH.ID

Preman Kampung Tantang Polisi Saat Bagi Takjil, Tito Kobra Berakhir Minta Maaf

6124 views
Senin, 16 Maret 2026 - 10:06 WIB RAMBE
Preman Kampung Tantang Polisi Saat Bagi Takjil, Tito Kobra Berakhir Minta Maaf

Preman Kampung Tantang Polisi Saat Bagi Takjil, Tito Kobra Berakhir Minta Maaf. (Foto: RAMBE)

Preman “Tito Kobra” Ancam Bunuh Kapolsek dan Camat Gara-Gara Mokel Ramadan, Berakhir Takluk dan Minta Maaf

Garut – Aksi nekat seorang preman kampung berinisial Tio alias Tito Kobra di Kabupaten Garut, Jawa Barat, berakhir antiklimaks. Pria yang sempat mengancam akan membunuh Kapolsek Pakenjeng Iptu Muslih Hidayat dan Camat Pakenjeng Deni Sugiana itu akhirnya takluk, meminta maaf, dan menjalani pembinaan setelah aksinya viral di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (13/3/2026) sore di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Pakenjeng, saat Kapolsek Pakenjeng bersama pemuda KNPI Kecamatan Pakenjeng sedang melakukan kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat.

Namun suasana kegiatan sosial itu berubah tegang ketika Tito Kobra tiba-tiba mendatangi Kapolsek Muslih. Ia mempertanyakan tindakan polisi yang sebelumnya memergokinya mokel (tidak berpuasa dan makan di siang hari) di kawasan perkebunan sekitar sepuluh hari sebelumnya.


Awal Konflik: Digerebek Saat Mokel di Siang Hari

Kapolsek Pakenjeng Iptu Muslih Hidayat menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika dirinya melakukan patroli di kawasan PLTMH. Saat itu ia melihat banyak sepeda motor terparkir, namun tidak terlihat orang di sekitarnya.

Setelah diperiksa, ternyata sekelompok orang sedang makan dan minum di bawah area perkebunan saat siang hari di bulan Ramadan.

“Ketika dicek ada delapan orang sedang makan dan minum. Yang tidak berpuasa kami beri sanksi push-up sebagai pembinaan,” ujar Muslih.

Tindakan itu dilakukan berdasarkan maklumat Bupati Garut yang mengimbau masyarakat menjaga ketertiban dan menghormati suasana Ramadan.

Namun teguran tersebut rupanya membuat Tito Kobra tersinggung.


Ancaman Pembunuhan yang Memicu Aksi Tegas Polisi

Saat mendatangi Kapolsek di lokasi pembagian takjil, Tito awalnya hanya mempertanyakan dasar hukum tindakan polisi. Namun percakapan berubah menjadi konfrontasi setelah ia mulai memaki dan melontarkan ancaman serius.

Menurut Muslih, Tito sempat mengucapkan ancaman dalam bahasa Sunda yang berarti akan membunuh Camat dan Kapolsek.

Ancaman itu membuat situasi memanas.

Kapolsek Muslih kemudian bertindak cepat dengan meringkus Tito Kobra saat hendak menaiki sepeda motor bersama rekannya. Ia mencoba menggiring pelaku ke mobil patroli untuk dibawa ke kantor Polsek.

Namun Tito melawan sehingga terjadi pergulatan singkat yang terekam dalam video berdurasi sekitar empat menit dan kemudian viral di media sosial.


Kapolsek Lindungi Pelaku dari Amukan Warga

Menariknya, di tengah situasi yang memanas, Kapolsek Muslih justru terlihat berusaha menenangkan warga yang geram terhadap ulah Tito Kobra.

Beberapa warga yang merasa resah dengan aksi preman tersebut sempat hendak memukulinya.

Namun Muslih langsung melarang tindakan tersebut.

“Kamu jangan main pukul,” ujar Muslih kepada warga yang berkumpul di lokasi.

Langkah itu menunjukkan pendekatan humanis namun tegas yang diambil aparat kepolisian dalam menjaga situasi tetap kondusif.


Tidak Dipenjara, Tito Kobra Pilih Minta Maaf

Meski ancaman terhadap pejabat negara bisa berujung pidana serius, Kapolsek Pakenjeng memilih jalan pembinaan.

Muslih mengaku sempat terpancing emosi, namun akhirnya memutuskan untuk tidak membuat laporan resmi terhadap Tito Kobra.

Menurutnya, pelaku tetap merupakan warga yang harus dibina, bukan sekadar dihukum.

“Meskipun kelakuannya seperti itu, tapi yang bersangkutan adalah masyarakat saya. Sudah menjadi kewajiban saya melakukan pembinaan meskipun terkadang nyawa terancam,” kata Muslih.

Tito Kobra akhirnya meminta maaf secara langsung kepada Kapolsek dan juga melalui kepala desa tempat ia tinggal di Kecamatan Pakenjeng.

Permintaan maaf tersebut diterima oleh Kapolsek sebagai bentuk penyelesaian secara kekeluargaan.


Ketegasan Polisi Redam Premanisme

Kasus ini menjadi gambaran bagaimana aparat kepolisian di daerah berupaya menjaga ketertiban masyarakat selama bulan Ramadhan.

Selain bertindak tegas terhadap ancaman keamanan, polisi juga tetap mengedepankan pendekatan pembinaan agar konflik tidak berkembang menjadi kekerasan yang lebih besar.

Langkah Kapolsek Pakenjeng yang mampu meredam situasi, melindungi pelaku dari amukan massa, hingga menyelesaikan masalah secara damai menjadi contoh pendekatan penegakan hukum yang tegas sekaligus humanis.

Kini, Tito Kobra yang sempat mengancam pejabat pemerintah itu harus menerima konsekuensi sosial atas tindakannya, sekaligus menjalani pembinaan agar tidak kembali meresahkan masyarakat.


{RAMBE}



BERITA TERKAIT