Logo
CRIME WATCH.ID

Said Abdullah Ungkap 7 Prioritas Kilat OJK setelah Krisis Kepemimpinan — Ini Target Besar yang Bakal Guncang Pasar!

60 views
Minggu, 01 Februari 2026 - 22:08 WIB redSVG
Said Abdullah Ungkap 7 Prioritas Kilat OJK setelah Krisis Kepemimpinan — Ini Target Besar yang Bakal Guncang Pasar!

Said Abdullah Ungkap 7 Prioritas Kilat OJK setelah Krisis Kepemimpinan — Ini Target Besar yang Bakal Guncang Pasar!. (Foto: redSVG)


Said Abdullah, Pimpinan Banggar DPR-RI



Jakarta, 1 Februari 2026 — Momentum pergantian pucuk kepemimpinan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kini disorot tajam oleh publik dan pelaku pasar. Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, menyampaikan 7 prioritas strategis yang harus jadi fokus utama OJK di bawah nakhoda baru — sebuah langkah yang dinilai krusial untuk mengembalikan stabilitas dan kepercayaan sektor keuangan nasional.

Perubahan pucuk pimpinan terjadi setelah pengunduran diri Mahendra Siregar selaku Ketua OJK, Mirza Adityaswara sebagai Wakil Ketua, dan Inarno Jajadi dari jabatan Kepala Eksekutif Pasar Modal. OJK kemudian menunjuk Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua sekaligus Wakil Ketua, serta Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pasar Modal.

🔥 7 Fokus Prioritas OJK yang Diprediksi Bikin Gempar Pasar Modal

  1. Bangun kembali kepercayaan pasar — OJK wajib menjaga independensi dan profesionalisme tanpa campur tangan lain. Pemerintah & DPR diminta hanya memberi masukan, bukan intervensi.
  2. Dorong kebijakan free float — Target kenaikan porsi saham free float dari 7,5% menjadi 15% mulai Februari 2026 untuk tingkatkan likuiditas bursa.
  3. Buka data pemegang saham secara transparan — Termasuk pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) untuk tarik minat investor global dan alat pemeringkat seperti MSCI.
  4. Tindak tegas manipulasi pasar — Praktik goreng-menggoreng saham & “coordinated trading behaviour” bakal jadi fokus penegakan hukum OJK.
  5. Atur konten media sosial perusahaan efek — Agar konten yang beredar tak menyesatkan investor, OJK bakal mewajibkan sertifikasi kerja sama dengan influencer dan penyedia teknologi.
  6. Evaluasi penempatan dana asuransi di saham — Kebijakan alokasi hingga 20% dana premi dinilai berisiko spekulatif tinggi.
  7. Kaji risiko dana pensiun di pasar modal — OJK diminta merumuskan peran strategi liquidity buffer dari dana pensiun agar tak menimbulkan dampak buruk saat terjadi gejolak pasar.

Said Abdullah menegaskan, prioritas tersebut harus segera direalisasikan agar pasar modal kembali stabil setelah tekanan tajam index yang sempat menghentak investor.


📌 Kesimpulan: Kepemimpinan baru OJK tidak hanya soal perubahan struktural — tapi juga soal aksi cepat untuk pulihkan kepercayaan investor, tingkatkan transparansi pasar, serta lindungi kepentingan pemodal besar dan kecil


{redSVG}



BERITA TERKAIT