Siapa Sebenarnya “Pemilik Sebenarnya” Toba Pulp Lestari yang Diminta Prabowo Diperiksa Terkait Banjir Sumut
Siapa Sebenarnya “Pemilik Sebenarnya” Toba Pulp Lestari yang Diminta Prabowo Diperiksa Terkait Banjir Sumut. (Foto: redSVG)
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pemeriksaan dan audit menyeluruh terhadap PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) — perusahaan pulp yang selama ini jadi sorotan publik setelah bencana banjir dan longsor dahsyat di Sumatera Utara. Langkah ini menimbulkan satu pertanyaan besar: Siapa sebenarnya pemilik perusahaan raksasa yang kini menjadi fokus pemeriksaan ini?
Fakta Kepemilikan yang Mengagetkan
PT Toba Pulp Lestari tercatat sebagai perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia (kode saham: INRU) dan memiliki izin mengelola 167.912 hektar Hutan Tanaman Industri di Sumut — termasuk wilayah luas di Aek Raja dan Tele.
Mayoritas saham TPL (92,54%) sekarang dikuasai oleh Allied Hill Limited, sebuah perusahaan investasi berbasis Hong Kong, sementara sisanya dimiliki oleh masyarakat pemegang saham publik.
Namun dari sisi struktur kepemilikan yang sesungguhnya, Allied Hill Limited sendiri milik penuh perusahaan investasi bernama Everpro Investments Limited.
Lalu siapa ultimate beneficial owner — atau pemilik manfaat utama — di balik Everpro? Data resmi menunjukkan bahwa Everpro Investments Limited dimiliki sepenuhnya oleh seorang pengusaha asal Singapura bernama Joseph Oetomo.
Dengan demikian, kontrol sesungguhnya atas PT Toba Pulp Lestari kini berada di tangan jaringan investasi global yang dipimpin oleh Joseph Oetomo, bukan lagi pemilik lama dari dalam negeri.
Jejak Kekuasaan & Kontroversi
📍 Joseph Oetomo adalah pengusaha yang berstatus warga negara Singapura dan tercatat sebagai penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner) dari Allied Hill Limited melalui Everpro Investments Limited.
Peralihan kendali saham TPL ke Allied Hill terjadi pada 2025 setelah dilakukan tender offer dan akuisisi mayoritas. Struktur kepemilikan ini kini menjadi sorotan tajam karena perusahaan yang dikendalikannya menjadi objek audit terkait banjir parah di Sumatera Utara.
Hal ini juga meruntuhkan spekulasi awal bahwa TPL masih berada di tangan konglomerat Indonesia — informasi yang salah kaprah beredar luas di masyarakat.
Mengapa Kepemilikan Ini Penting?
Langkah Presiden Prabowo memerintahkan audit total TPL bukan hanya sekadar tindakan administratif — tetapi potensi besar untuk menelusuri hubungan antara struktur kepemilikan perusahaan, aktivitas korporasi di lahan hutan, dan dampak ekologis banjir besar. Sejumlah aktivis lingkungan dan publik menilai bahwa transparansi kepemilikan ini menjadi kunci penting dalam menentukan tanggung jawab hukum, sosial, dan lingkungan terhadap krisis yang terjadi.
{redSVG}