Logo
CRIME WATCH.ID

Siasat Licik Kamuflase Kantor IT Di Hayam Wuruk Plaza, Dibongkar Siber Bareskrim Polri!

6906 views
Senin, 18 Mei 2026 - 11:19 WIB {RAMBE}
Siasat Licik Kamuflase Kantor IT Di Hayam Wuruk Plaza, Dibongkar Siber Bareskrim Polri!

Siasat Licik Kamuflase Kantor IT Di Hayam Wuruk Plaza, Dibongkar Siber Bareskrim Polri!. (Foto: {RAMBE})

Gambar Ilustrasi


MARKAS GLOBAL DIGEREBEK!

JAKARTA BARAT – Ketajaman intelijen dan respons cepat Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri kembali membuahkan hasil gemilang. Sebuah markas judi daring (online/judol) berskala internasional yang berkedok sebagai kantor perusahaan teknologi dan layanan IT Support di Hayam Wuruk Plaza, Jakarta Barat, berhasil digerebek dan dilumpuhkan oleh aparat kepolisian.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen tanpa kompromi dari Polri dalam memburu dan memberantas jaringan mafia digital global yang mencoba memanfaatkan wilayah Indonesia sebagai basis operasi ilegal mereka.


Kamuflase Sempurna: Sistem Keamanan Mandiri dan Akses Biometrik

Dari luar, aktivitas di dua lantai Hayam Wuruk Plaza tersebut tampak seperti perkantoran normal pada umumnya. Namun, di balik pintu kantor, sindikat ini menerapkan sistem pengamanan mandiri yang sangat ketat dan terpisah dari kontrol gedung utama guna menghindari deteksi aparat.

  • Akses Super Ketat: Pintu masuk ruangan diwajibkan menggunakan kartu khusus dan pemindai sidik jari (fingerprint).
  • Pola Pekerja Lazim: Para pekerja asing didapati datang dan pergi secara berkelompok menggunakan kendaraan yang sama serta membatasi interaksi dengan lingkungan sekitar.
  • Fasilitas Tertutup: Di dalam area kerja bahkan disediakan coffee shop dan kantin internal, yang diduga sengaja disiapkan agar para pekerja tidak perlu keluar gedung dan meminimalisir kecurigaan.


Bareskrim Polri Kejar Aktor Utama di Luar Negeri

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Himawan Bayu Aji, menegaskan bahwa fokus penyidikan tidak akan berhenti hanya pada operator lapangan yang berada di lokasi. Hingga pertengahan Mei 2026, tim penyidik terus bergerak melakukan pengembangan masif.

“Kami masih melakukan pengembangan untuk mengungkap pihak yang mengendalikan jaringan ini, termasuk kemungkinan adanya aktor utama di luar negeri,” tegas Himawan Bayu Aji dalam keterangannya.

Himawan juga menjelaskan bahwa berdasarkan hasil analisis digital, tim siber menemukan puluhan domain berbahasa asing yang terhubung langsung ke jaringan internasional.

“Kami menemukan sejumlah situs yang tidak ditujukan untuk pengguna di Indonesia, melainkan pasar internasional,” tuturnya. Jaringan ini diketahui merekrut operator dari Vietnam, China, hingga Myanmar untuk menyasar pemain dari negara asal mereka.


Sinergi Lintas Instansi: Blokir Aliran Dana dan Perketat Imigrasi

Menanggapi temuan ratusan pekerja asing di markas tersebut, Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim, menyatakan akan memperketat pengawasan dan menelusuri pihak sponsor izin tinggal para WNA tersebut. "Pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas warga negara asing akan kami perketat, termasuk penelusuran sponsor dan izin tinggalnya," kata Silmy.

Selain masalah keimigrasian, Siber Bareskrim Polri kini tengah menelusuri dugaan aliran dana lintas negara yang diduga menggunakan struktur berlapis dan perusahaan cangkang (shell companies) untuk menyamarkan hasil kejahatan.

“Kami bekerja sama dengan instansi terkait untuk menelusuri aliran dana dan kemungkinan keterlibatan jaringan internasional,” pungkas Himawan Bayu Aji.

Polri memastikan investigasi ini akan diusut tuntas hingga ke akar-akarnya, sekaligus mengirimkan pesan berantai yang kuat kepada sindikat global lainnya bahwa tidak ada ruang aman bagi aktivitas judi online di Indonesia.


{RAMBE}



BERITA TERKAIT