Logo
CRIME WATCH.ID

Soeharto Resmi Jadi Pahlawan Nasional: Antara Jasa Besar dan Jejak Kontroversial

487 views
Senin, 10 November 2025 - 17:46 WIB Rambe
Soeharto Resmi Jadi Pahlawan Nasional: Antara Jasa Besar dan Jejak Kontroversial

Soeharto Resmi Jadi Pahlawan Nasional: Antara Jasa Besar dan Jejak Kontroversial. (Foto: Rambe)

Jakarta — Presiden Kedua Republik Indonesia, Soeharto, akhirnya resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

Pemerintah memberikan penghargaan tertinggi ini atas jasa-jasa Soeharto dalam memimpin dan membangun Indonesia selama lebih dari tiga dekade. Namun, keputusan ini juga menuai pro dan kontra di kalangan publik serta pemerhati sejarah.

Soeharto, Pemimpin Pembangunan Selama 32 Tahun

Soeharto memimpin Indonesia sejak 1967 hingga 1998, menggantikan Presiden Soekarno melalui Surat Perintah 11 Maret (Supersemar). Selama masa pemerintahannya, ia menekankan stabilitas politik, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan nasional.

Di bawah kepemimpinannya, Indonesia mencapai berbagai pencapaian penting: swasembada pangan, industrialisasi besar-besaran, serta peningkatan infrastruktur dan kesejahteraan rakyat.

Program Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun)


Kontroversi

Meski dianggap berjasa, Soeharto juga meninggalkan rekam jejak kelam dalam sejarah Dari

Berbagai peristiwa seperti tragedi 1965–1966, Talangsari 1989, hingga penghilangan aktivis 1997–1998 menjadi catatan hitam yang masih dibicarakan hingga kini.

Sejumlah kalangan menilai, pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto harus diiringi dengan refleksi terhadap korban pelanggaran HAM dan evaluasi terhadap praktik kekuasaan masa lalu agar bangsa ini tidak melupakan sisi gelap sejarah.


Pemerintah Tegaskan Proses Penilaian Melalui Tahapan Ketat

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan menegaskan bahwa penetapan gelar pahlawan nasional dilakukan melalui kajian mendalam dari Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Soeharto dinilai memenuhi syarat dari sisi kontribusi terhadap negara, termasuk keberhasilannya dalam membangun ekonomi dan menjaga stabilitas nasional di masa sulit pasca-1965.

Presiden Prabowo Subianto menandatangani keputusan tersebut menjelang peringatan Hari Pahlawan tahun 2025, bersamaan dengan beberapa tokoh lain yang turut menerima gelar serupa.


Pro dan Kontra di Tengah Publik

Penetapan ini memunculkan perdebatan di masyarakat.

Sebagian pihak menganggap langkah pemerintah sebagai pengakuan terhadap jasa besar Soeharto dalam pembangunan nasional, sementara pihak lain menilai keputusan ini bisa mengaburkan tanggung jawab sejarah terhadap pelanggaran HAM di era Orde Baru.

Para pengamat menyarankan agar penetapan gelar pahlawan kepada Soeharto dijadikan momentum untuk mendudukkan sejarah secara utuh- waktu


Warisan Soeharto dalam Sejarah Indonesia

Soeharto tetap menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Ia dikenang sebagai “Bapak Pembangunan” yang membawa kemajuan ekonomi dan kestabilan politik, sekaligus dikritik sebagai simbol otoritarianisme dan sentralisasi kekuasaan.

Kini, dengan gelar Pahlawan Nasional yang resmi disandangnya, warisan Soeharto akan terus menjadi bahan refleksi tentang bagaimana bangsa ini menilai sejarah: antara jasa besar dan tanggung jawab moral.


{SVG}


BERITA TERKAIT