Logo
CRIME WATCH.ID

Teror Air Keras ke Aktivis KontraS ! Polisi Mulai Bongkar Jejak Pelaku Lewat 86 CCTV, 10.320 Menit Rekaman Dianalisis

10551 views
Selasa, 17 Maret 2026 - 09:28 WIB redSVG
Teror Air Keras ke Aktivis KontraS ! Polisi Mulai Bongkar Jejak Pelaku Lewat 86 CCTV, 10.320 Menit Rekaman Dianalisis

Teror Air Keras ke Aktivis KontraS ! Polisi Mulai Bongkar Jejak Pelaku Lewat 86 CCTV, 10.320 Menit Rekaman Dianalisis. (Foto: redSVG)

Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin saat konferensi pers di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Senin (16/3/2026).


JAKARTA — Upaya pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, memasuki babak krusial. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya kini mengerahkan pendekatan scientific crime investigation dengan menganalisis puluhan rekaman kamera pengawas.

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 86 titik CCTV dikumpulkan dari berbagai sumber untuk menelusuri pergerakan para pelaku sebelum dan sesudah kejadian.

🔎 Kronologi: Dari Pembuntutan hingga Aksi di Tengah Malam

Berdasarkan hasil analisa sementara, aparat kepolisian menemukan indikasi kuat bahwa aksi ini bukan kejadian spontan.

Para pelaku diduga telah membuntuti korban sejak sebelum kejadian.

Pergerakan mereka terdeteksi melalui berbagai titik kamera pengawas, dimulai dari wilayah Jakarta Selatan menuju titik kumpul di sekitar Jalan Merdeka Timur, dekat Stasiun Gambir.

Dari sana, para pelaku bergerak menuju kawasan Cikini, tepatnya di depan salah satu restoran cepat saji, yang diduga menjadi lokasi menunggu target.

Setelah memastikan pergerakan korban, pelaku kemudian mengikuti hingga ke arah Jalan Diponegoro dan berlanjut ke Jalan Salemba 1.

⚠️ Detik-Detik Kejadian: Terekam Jelas CCTV

Aksi penyiraman terjadi pada Kamis, 12 Maret 2026 pukul 23.37 WIB di persimpangan Jalan Salemba 1 dan Jalan Talang, Jakarta Pusat.

Dalam rekaman CCTV yang berhasil diamankan, terlihat jelas:

  • Empat orang terduga pelaku
  • Menggunakan dua sepeda motor
  • Sudah menunggu dan mengikuti korban secara terstruktur

Menariknya, pihak kepolisian memastikan bahwa beberapa rekaman memiliki kualitas resolusi tinggi, sehingga memperjelas identifikasi visual pelaku.


📊 Data Besar: 2.610 Video, 10.320 Menit Rekaman

Proses pengungkapan kasus ini tidak sederhana.

Dari 86 titik CCTV yang dikumpulkan, penyidik harus menganalisis:

  • 2.610 potongan video
  • Total durasi mencapai 10.320 menit rekaman

Jumlah ini menunjukkan skala besar investigasi digital yang tengah dilakukan.

Penyidik bekerja secara detail untuk menyusun potongan-potongan pergerakan pelaku menjadi satu rangkaian utuh.


🧠 Strategi Polri: Scientific Crime Investigation

Kabid Humas Polda Metro Jaya menegaskan bahwa pengusutan kasus ini dilakukan dengan pendekatan modern berbasis sains.

Metode scientific crime investigation menjadi kunci, dengan menggabungkan:

  • Analisa digital CCTV
  • Pelacakan pergerakan pelaku
  • Penguatan bukti visual beresolusi tinggi

Pendekatan ini menegaskan bahwa penyelidikan tidak hanya mengandalkan keterangan saksi, tetapi juga data objektif berbasis teknologi.


🚨 Komitmen Tegas: Polisi Kerja Ekstra Ungkap Pelaku

Polda Metro Jaya memastikan bahwa seluruh tim bekerja maksimal di lapangan.

Fokus utama saat ini adalah:

  • Mengidentifikasi para pelaku
  • Mengungkap motif di balik aksi
  • Melakukan penangkapan secepatnya

Dengan dukungan jaringan CCTV yang luas di Jakarta—baik dari ETLE, Dishub, Diskominfotik, hingga milik warga—penyidik memiliki keunggulan dalam menelusuri jejak pelaku secara menyeluruh.


🧭 Penutup: Teror Dilawan dengan Teknologi dan Ketelitian

Kasus ini menjadi ujian serius bagi penegakan hukum, sekaligus menunjukkan bagaimana teknologi berperan penting dalam membongkar kejahatan.

Di tengah upaya mengungkap pelaku, satu hal yang terlihat jelas:

Polri tidak bekerja sendiri, tetapi memanfaatkan sistem pengawasan kota secara terintegrasi untuk memastikan pelaku tidak memiliki ruang untuk lolos.

Dengan ribuan menit rekaman yang terus dianalisis, publik kini menunggu satu hal:

Kapan pelaku berhasil diidentifikasi dan ditangkap.


{redSVG}



BERITA TERKAIT