Logo
CRIME WATCH.ID

TNI AD Buka Suara! Kasus Tewasnya Pratu Farkhan Sauqi Diusut Tuntas: “Kami Jaga Keadilan untuk Almarhum dan Keluarga”

4964 views
Senin, 05 Januari 2026 - 11:15 WIB redSVG
TNI AD Buka Suara! Kasus Tewasnya Pratu Farkhan Sauqi Diusut Tuntas: “Kami Jaga Keadilan untuk Almarhum dan Keluarga”

TNI AD Buka Suara! Kasus Tewasnya Pratu Farkhan Sauqi Diusut Tuntas: “Kami Jaga Keadilan untuk Almarhum dan Keluarga”. (Foto: redSVG)



Jakarta — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus meninggalnya Pratu Farkhan Sauqi, prajurit muda yang tewas dalam rangkaian peristiwa yang kini menjadi perhatian publik. Institusi militer memastikan proses hukum dan investigasi dilakukan secara transparan demi menjaga keadilan bagi almarhum dan keluarganya.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul berkembangnya berbagai spekulasi di ruang publik terkait penyebab kematian Pratu Farkhan Sauqi. Pihak TNI AD menekankan bahwa tidak ada upaya menutup-nutupi kasus tersebut.


TNI AD: Proses Investigasi Berjalan Serius

Perwakilan TNI Angkatan Darat menyatakan bahwa penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan internal terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat. Setiap temuan akan diproses sesuai aturan hukum dan disiplin militer yang berlaku.

“TNI AD berkomitmen menjaga keadilan bagi almarhum dan keluarganya. Apabila ditemukan pelanggaran, akan ada tindakan tegas tanpa pandang bulu,” tegas pihak TNI AD.


Janji Transparansi dan Penegakan Hukum

Kasus ini menjadi ujian penting bagi komitmen reformasi dan profesionalisme institusi. TNI AD memastikan bahwa hak keluarga korban tetap dihormati, sekaligus menjamin proses penanganan perkara tidak berhenti di level administratif semata.

Langkah-langkah hukum akan ditempuh sesuai mekanisme yang berlaku, termasuk koordinasi dengan aparat penegak hukum terkait bila diperlukan.


Menjaga Kehormatan Institusi dan Prajurit

Pimpinan TNI AD menekankan bahwa penegakan keadilan bukan hanya demi keluarga korban, tetapi juga untuk menjaga kehormatan institusi dan kepercayaan publik. Kasus ini diharapkan menjadi momentum evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.


{RAMBE}


BERITA TERKAIT