Logo
CRIME WATCH.ID

Transformasi Besar Polri: Boni Hargens Ungkap Dampak Nyata Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit

6944 views
Senin, 09 Maret 2026 - 13:41 WIB redSVG
Transformasi Besar Polri: Boni Hargens Ungkap Dampak Nyata Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit

Transformasi Besar Polri: Boni Hargens Ungkap Dampak Nyata Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit. (Foto: redSVG)


Boni Hargens: Di Bawah Komando Kapolri Listyo Sigit, Polri Bertransformasi Jadi Institusi Humanis dan Dicintai Masyarakat

Jakarta – Analis politik senior Boni Hargens menilai Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo telah menunjukkan transformasi besar sebagai institusi yang semakin humanis, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik. Perubahan tersebut dinilai semakin terasa dalam berbagai program sosial dan pengamanan masyarakat selama bulan suci Ramadan 2026.

Menurut Boni, Polri saat ini tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum semata, tetapi juga berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjalankan berbagai program prioritas nasional yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

“Polri telah membuktikan diri sebagai mitra strategis yang tak tergantikan dalam pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari ketahanan pangan hingga pengendalian harga bahan pokok yang langsung berdampak pada kehidupan masyarakat sehari-hari,” ujar Boni.

Ia menjelaskan bahwa peran Polri kini semakin luas, mencakup dukungan terhadap stabilitas ekonomi, penguatan ketahanan pangan, hingga menjaga kondusivitas nasional, terutama selama momentum penting seperti Ramadan.


Dalam pandangannya, pendekatan yang diterapkan Polri saat ini menunjukkan adanya perubahan paradigma besar dalam tubuh institusi kepolisian. Polri tidak lagi hanya dipandang sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai fasilitator pembangunan sosial yang aktif membantu mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan sejahtera.

“Pendekatan ini mencerminkan transformasi paradigma Polri yang berorientasi pada pelayanan publik yang tulus dan berkesinambungan,” kata Boni.

Selain itu, ia menilai keberhasilan Polri dalam menjaga stabilitas nasional tidak terlepas dari sinergi yang kuat dengan berbagai pihak. Kolaborasi lintas sektor antara Polri dengan kementerian, lembaga negara, organisasi masyarakat sipil, hingga komunitas keagamaan disebut menjadi faktor penting dalam menciptakan situasi yang kondusif di seluruh wilayah Indonesia.


Program Safari Ramadan dan Bakti Sosial Polri 2026 juga dinilai sebagai wujud nyata dari komitmen Polri untuk semakin dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, ribuan personel kepolisian turun langsung ke berbagai daerah untuk berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan.

“Ribuan personel Polri mengunjungi panti asuhan, panti jompo, dan keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia, membawa paket sembako, santunan, serta semangat kebersamaan yang mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat,” jelasnya.

Boni juga menyoroti dampak konkret dari transformasi institusional yang dilakukan Polri selama empat tahun terakhir di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ia menyebut sejumlah indikator menunjukkan perubahan yang signifikan dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.


Dalam kurun waktu tersebut, angka kasus kekerasan dilaporkan menurun hingga 80 persen, sementara penyalahgunaan wewenang menurun sekitar 83 persen. Capaian tersebut dinilai sebagai bukti nyata adanya komitmen serius terhadap reformasi institusi kepolisian.

Menurut Boni, perubahan tersebut bukan sekadar perbaikan prosedur administratif, melainkan sebuah perubahan mendasar pada budaya organisasi Polri. Salah satu indikator yang terlihat jelas adalah menurunnya angka penangkapan dalam aksi unjuk rasa dan demonstrasi.


Hal itu menunjukkan adanya pergeseran pendekatan dari metode yang cenderung represif menuju pendekatan yang lebih humanis, dialogis, dan menghormati hak-hak sipil masyarakat.

“Polri bukan hanya penegak hukum. Polri adalah bagian dari keluarga besar Indonesia yang hadir untuk melayani, mengayomi, dan melindungi masyarakat,” tegas Boni.

Transformasi tersebut, lanjutnya, menjadi sinyal kuat bahwa institusi kepolisian Indonesia terus bergerak menuju model kepolisian modern yang profesional sekaligus dekat dengan rakyat.


OPINI Tokoh.

{redSVG}


Tag:

BERITA TERKAIT