Logo
CRIME WATCH.ID

Tukang Parkir di Jayapura Tewas Ditembak Oknum TNI, Diduga Akibat Sengketa Tarif Parkir.

86 views
Jumat, 17 Oktober 2025 - 11:09 WIB Admin
Tukang Parkir di Jayapura Tewas Ditembak Oknum TNI, Diduga Akibat Sengketa Tarif Parkir.

Tukang Parkir di Jayapura Tewas Ditembak Oknum TNI, Diduga Akibat Sengketa Tarif Parkir.. (Foto: Admin)


Jayapura, Papua — Seorang tukang parkir tewas ditembak oleh oknum anggota TNI di Kota Jayapura. Dugaan sementara menyebut motifnya terkait keluhan atas pembayaran parkir.

Kejadian ini mengejutkan warga, sebab aksi penembakan dilakukan di ruang publik dan menimbulkan pertanyaan serius mengenai pelanggaran hukum di tengah aparat sipil bersenjata.


Kronologi Kejadian

Menurut keterangan saksi dan pihak kepolisian, sekitar pukul [jam tak disebutkan dalam sumber], korban—seorang pria yang bertugas mengatur dan memungut retribusi parkir—sedang menjalankan tugas rutin di salah satu ruas jalan di Jayapura. Belum diketahui secara pasti mengapa terjadi perselisihan.

Diduga, pelaku oknum TNI menuntut pembayaran parkir atau mempertanyakan jumlah uang yang diserahkan korban. Ketegangan pun meningkat, hingga akhirnya pelaku menembakkan senjata ke arah tubuh korban. Akibatnya, korban langsung terkapar dan kemudian meninggal dunia.

Polisi dan TNI langsung mengamankan lokasi dan menahan pelaku untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Anggota keluarga dan warga setempat juga mendesak agar kasus ini diusut secara tuntas dan pelaku bertanggung jawab.


Reaksi Publik & Langkah Penegakan Hukum

Insiden penembakan oleh aparat militer terhadap warga sipil memicu reaksi keras dari masyarakat sipil, organisasi HAM, dan lembaga pengawas. Beberapa tuntutan yang muncul antara lain:

  • Penegakan hukum tanpa pandang bulu terhadap oknum TNI yang melakukan tindakan pidana
  • Transparansi dalam penyidikan agar tak terjadi impunitas
  • Perlindungan bagi pekerja informal, seperti tukang parkir, yang rentan terhadap pelanggaran kekuasaan


Pihak kepolisian menyatakan bahwa pelaku akan diproses menurut hukum pidana yang berlaku. Sementara TNI menunjuk tim investigasi internal untuk mendukung penyelidikan dan memproses apabila ditemukan pelanggaran disiplin maupun kode etik militer.


Titik Sorot: Kewenangan Aparat & Perlindungan Masyarakat

Kasus ini kembali membuka diskusi soal batasan kewenangan aparat militer dalam konflik sipil, serta bagaimana negara melindungi warga di sektor informal seperti parkir.

Beberapa pertanyaan penting yang muncul:

  1. Apakah oknum TNI menggunakan kekuatan secara proporsional dan sah menurut aturan hukum?
  2. Sejauh mana mekanisme akuntabilitas internal militer bisa menjamin pelaku diadili secara adil?
  3. Bagaimana negara memastikan agar pelaku di sektor informal tidak menjadi korban penyalahgunaan kekuasaan?


{SVG}


BERITA TERKAIT