Logo
CRIME WATCH.ID

Viral Dugaan Penganiayaan Ojol, Paspampres Luruskan Isu Keterlibatan Anggota

3383 views
Rabu, 11 Februari 2026 - 10:59 WIB redSVG
Viral Dugaan Penganiayaan Ojol, Paspampres Luruskan Isu Keterlibatan Anggota

Viral Dugaan Penganiayaan Ojol, Paspampres Luruskan Isu Keterlibatan Anggota. (Foto: redSVG)


Gambar Ilustrasi.


Pengemudi Ojol di Jakbar Diduga Dianiaya Oknum TNI, Paspampres Tegaskan Pelaku Bukan Anggotanya

Jakarta Barat — Dugaan penganiayaan terhadap seorang pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta Barat memicu perhatian publik setelah korban menyebut pelaku diduga berasal dari unsur TNI. Menyikapi hal tersebut, Paspampres menegaskan bahwa pelaku bukan anggota mereka.

Penegasan itu disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar luas di media sosial dan ruang publik, sekaligus mencegah spekulasi yang dapat menimbulkan kesalahpahaman.


Peristiwa Berawal dari Cekcok

Berdasarkan keterangan awal, insiden terjadi saat pengemudi ojol terlibat cekcok di jalan dengan seseorang yang diduga sebagai aparat. Cekcok tersebut kemudian berujung dugaan tindakan kekerasan fisik terhadap korban.

Korban selanjutnya melaporkan kejadian itu dan mengaku mengalami luka akibat dugaan penganiayaan. Peristiwa ini pun viral setelah dibagikan di media sosial, memunculkan berbagai dugaan terkait identitas pelaku.


Paspampres Angkat Bicara

Pihak Paspampres menegaskan bahwa tidak ada keterlibatan anggota Paspampres dalam peristiwa tersebut. Klarifikasi ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab institusi untuk menjaga akurasi informasi di tengah derasnya arus pemberitaan.

“Kami memastikan yang bersangkutan bukan anggota Paspampres,” tegas perwakilan Paspampres.


Penanganan Diserahkan ke Aparat Berwenang

Sementara itu, penanganan kasus sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum. Kepolisian diminta untuk mengusut identitas pelaku secara objektif serta memastikan proses hukum berjalan adil dan transparan.

Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat agar tidak menggeneralisasi institusi tertentu sebelum ada hasil penyelidikan resmi.


Imbauan Tidak Terprovokasi

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi informasi viral. Aparat meminta publik untuk menunggu hasil penyelidikan dan tidak terprovokasi narasi yang belum terverifikasi.

Penegakan hukum ditegaskan akan dilakukan tanpa pandang bulu, siapa pun pelakunya, demi menjaga keadilan dan ketertiban umum.


{redSVG}



BERITA TERKAIT