Logo
CRIME WATCH.ID

Viral Kisruh Nelayan vs TNI AL di Pulau Kangean: Benarkah Ada Dugaan “Backing” Perusahaan Migas? Ini Fakta Lengkapnya

612 views
Rabu, 19 November 2025 - 09:56 WIB Rambe
Viral Kisruh Nelayan vs TNI AL di Pulau Kangean: Benarkah Ada Dugaan “Backing” Perusahaan Migas? Ini Fakta Lengkapnya

Viral Kisruh Nelayan vs TNI AL di Pulau Kangean: Benarkah Ada Dugaan “Backing” Perusahaan Migas? Ini Fakta Lengkapnya. (Foto: Rambe)


KANGEAN – Media sosial dihebohkan dengan video dan laporan nelayan Pulau Kangean yang mengaku bersitegang dengan dua anggota TNI AL di tengah laut. Para nelayan menduga keberadaan aparat tersebut berkaitan dengan aktivitas perusahaan minyak dan gas (migas) yang beroperasi di perairan sekitar Kangean.

Isu ini cepat menyebar, memunculkan narasi bahwa TNI sedang “membekingi” perusahaan migas. Namun apakah benar demikian? Berikut rangkuman fakta dari berbagai sumber.


1. Video Viral Nelayan Marah dan Usir Dua Anggota TNI AL

Dalam video yang beredar, sejumlah nelayan terlihat memprotes keras dua anggota TNI AL yang berada di sebuah kapal kecil. Para nelayan menuding aparat tersebut berjaga untuk kepentingan perusahaan migas.

Situasi memanas karena warga merasa keberadaan aparat laut tersebut membatasi ruang gerak mereka untuk mencari ikan.


2. TNI AL Membantah Tuduhan Backing Perusahaan Migas

Kronologi yang dikumpulkan dari keterangan resmi menyebutkan:

  • TNI AL menegaskan tidak sedang mengawal atau membekingi perusahaan minyak mana pun.
  • Dua personel yang terlihat dalam video disebut sedang melakukan patroli rutin pengamanan laut, terutama berkaitan dengan aktivitas ilegal, penyelundupan, dan gangguan keamanan.
  • Kehadiran aparat disebut sebagai bagian dari tugas menjaga choke point perairan Kangean yang strategis.

TNI AL menilai munculnya kesalahpahaman karena informasi yang tidak lengkap di lapangan.


3. Perusahaan Migas: Tidak Pernah Meminta Pengawalan Militer

Sumber perusahaan migas yang beroperasi di Kangean menjelaskan bahwa:

  • Mereka tidak pernah meminta pendampingan atau pengamanan khusus dari TNI,
  • Operasi kapal mereka bersifat terbuka dan mengikuti seluruh prosedur otoritas maritim.

Hal ini sekaligus membantah narasi bahwa ada hubungan langsung antara aparat laut dan operasi perusahaan.


4. Nelayan Mengaku Khawatir Wilayah Tangkap Ikan Terganggu

Meski bantahan sudah disampaikan, para nelayan mengaku resah karena:

  • Kapal-kapal migas beroperasi cukup dekat dengan area tangkap mereka.
  • Mereka menganggap kehadiran aparat membuat mereka takut memasuki wilayah tertentu, meski tidak ada garis larangan resmi.

Inilah yang memicu ketegangan hingga peristiwa pengusiran terjadi.


5. Pemkab dan TNI AL Siapkan Mediasi untuk Hindari Konflik Berulang

Untuk meredakan situasi, pemerintah daerah bersama TNI AL sedang menyiapkan:

  • Pertemuan mediasi terbuka dengan para nelayan, perusahaan migas, dan aparat keamanan.
  • Penjelasan batas wilayah operasi agar tidak menimbulkan kecurigaan atau konflik di kemudian hari.
  • Sosialisasi resmi mengenai zona tangkap ikan dan jalur kapal industri.


Langkah ini diharapkan bisa mengembalikan kepercayaan publik dan menjaga stabilitas keamanan maritim.

Kesimpulan

Kisruh yang viral ini lebih banyak dipicu oleh kesalahpahaman dan minimnya komunikasi antara nelayan, aparat, dan perusahaan migas. TNI AL telah membantah keras tuduhan “backing” perusahaan minyak, sementara nelayan meminta kejelasan wilayah tangkap agar tidak merasa terintimidasi.


{RAMBE}



BERITA TERKAIT