Logo
CRIME WATCH.ID

Viral Video Oknum TNI PM Adu Mulut di Pinggir Jalan Usai Maki Pemotor Pakai Kata Kasar!

5352 views
Sabtu, 06 Juni 2026 - 18:55 WIB {RAMBE}
Viral Video Oknum TNI PM Adu Mulut di Pinggir Jalan Usai Maki Pemotor Pakai Kata Kasar!

Viral Video Oknum TNI PM Adu Mulut di Pinggir Jalan Usai Maki Pemotor Pakai Kata Kasar!. (Foto: {RAMBE})

Atas, Gambar Ilustrasi

KATA 'MONYET' BERUJUNG ADU MULUT PARAH! Viral Oknum TNI PM Gagal Nyalip dan Nyaris Serempet 3 Pemotor, Publik Kecam Arogansi Oknum di Jalan Raya!


JAKARTA – Ruang publik kembali dihebohkan oleh aksi sewenang-wenang dan arogansi oknum aparat yang mencederai kenyamanan masyarakat di jalan raya. Sebuah rekaman video amatir yang memperlihatkan adu argumentasi panas antara warga sipil dengan seorang pria yang diduga kuat sebagai oknum anggota Polisi Militer (PM) TNI kini viral dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.

Insiden yang memicu kemarahan warganet ini menjadi bukti nyata bahwa hak-hak pengguna jalan, khususnya rakyat kecil, harus tetap dihormati oleh siapapun tanpa memandang seragam atau jabatan. Publik mendesak adanya tindakan tegas dari instansi terkait guna memberikan efek jera terhadap oknum yang bertindak arogan dan membahayakan nyawa orang lain di jalur publik.


Kronologi Manuver Maut: Gagal Salip Truk, Malah Nyaris Celakakan Warga

Berdasarkan data investigasi digital dari sejumlah akun media sosial, termasuk unggahan akun Instagram @moose.7890732 dan @jabodetabek24info, peristiwa menegangkan ini bermula dari pelanggaran etika berkendara yang sangat fatal. Kejadian bermula saat tiga orang pengendara sepeda motor sedang melaju bersama di jalurnya dengan tertib.

Secara tiba-tiba, dari arah berlawanan muncul sebuah kendaraan yang dikemudikan oleh oknum pria yang diduga anggota TNI PM. Oknum tersebut nekat melakukan manuver berbahaya dengan mencoba menyalip sebuah truk, meskipun ruang jalan dari arah berlawanan sama sekali tidak mencukupi.

Karena ruang gerak yang sangat sempit, aksi nekat sang oknum hampir saja memakan korban. Ketiga pengendara motor tersebut mengaku sangat syok karena posisi kendaraan mereka sudah luar biasa dekat dan nyaris terserempet oleh mobil oknum tersebut.


Bukannya Minta Maaf, Oknum Malah Teriakkan Kata Kasar "Monyet!"

Tindakan yang paling memicu kekecewaan mendalam bagi para korban adalah respons pasca-kejadian dari oknum aparat tersebut. Bukannya menunjukkan etika berkendara yang baik, menyadari kekeliruannya, atau meminta maaf karena telah membahayakan nyawa warga sipil, oknum tersebut justru menunjukkan sikap yang jauh dari contoh teladan pengayom masyarakat.

Dari dalam kendaraannya, oknum pria tersebut justru melontarkan kata-kata bernada penghinaan dan makian kotor dengan meneriakkan kata "Monyet!" secara lantang kepada ketiga pemotor.

"Tentu saja kami tidak terima dengan perlakuan tersebut. Kami memutuskan untuk berhenti, dan bukannya merasa bersalah, oknum tersebut justru memutar balik kendaraannya dan mendatangi kami dengan nada tinggi," tulis kesaksian korban dalam unggahan yang viral.

Mendapat perlakuan kasar dan tidak adil, ketiga pengendara motor yang menjadi korban langsung menghentikan kendaraan mereka di pinggir jalan karena tidak terima dihina secara sepihak. Tak lama kemudian, oknum yang diduga anggota TNI PM itu langsung memutar balik kendaraannya, turun dari mobil, dan mendatangi para pemotor dengan emosi yang meluap-luap. Adu argumentasi dan adu mulut yang sangat sengit pun tak terelakkan lagi di lokasi kejadian.


Rakyat Desak Sanksi Tegas: Jalan Raya Bukan Milik Penguasa Seragam!

Hingga saat berita ini diturunkan, video adu mulut tersebut telah dibagikan secara masif oleh netizen dan memicu banjir komentar kecaman dari warganet. Meskipun lokasi dan waktu pasti dari insiden tersebut masih dalam penelusuran lebih lanjut serta belum ada rilis resmi dari pihak institusi terkait, desakan dari masyarakat sipil sudah bulat.

Suara rakyat di media sosial menuntut agar pimpinan Polisi Militer TNI segera turun tangan melakukan pelacakan terhadap identitas oknum di dalam video tersebut. Publik menegaskan bahwa seragam dan atribut aparat dibeli dari pajak rakyat, sehingga sangat tidak etis jika digunakan untuk menindas atau berlaku sewenang-wenang kepada masyarakat di jalan raya. Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran keras bagi seluruh pengguna jalan untuk selalu mengedepankan keselamatan dan etika kesopanan berkendara demi kebaikan bersama.


{RAMBE}



BERITA TERKAIT