Logo
CRIME WATCH.ID

Wakil Kepala BGN Tegaskan: Program MBG Tak Boleh Berorientasi Bisnis

74 views
Kamis, 16 Oktober 2025 - 12:07 WIB Admin
Wakil Kepala BGN Tegaskan: Program MBG Tak Boleh Berorientasi Bisnis

Wakil Kepala BGN Tegaskan: Program MBG Tak Boleh Berorientasi Bisnis. (Foto: Admin)


Jakarta 16 Oktober 2025, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh dijadikan ajang bisnis. Menurutnya, program ini bukan sebuah usaha komersial, melainkan inisiatif sosial strategis untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.

“Program MBG ini bukan bisnis. Ini adalah kecintaan Presiden Prabowo Subianto pada anak-anak Indonesia,” ujar Nanik Deyang dalam pernyataan resmi di Jakarta, Rabu. 


Tanggung Jawab Bersama Antar Pihak

Dalam pelaksanaannya, Nanik menegaskan bahwa keberhasilan MBG menjadi tanggung jawab bersama pihak BGN, mitra dapur, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia mengakui masih ada kekurangan di lapangan yang harus segera diperbaiki.

“Kita harus akui ini kelalaian kita bersama. Ini salah BGN, mitra, dan SPPG yang harus kita perbaiki bersama,” ujarnya. 

Lebih jauh, Nanik memperingatkan agar semua pihak tidak mencoba mengambil keuntungan berlebih dari bahan baku makanan yang disediakan. “Jangan sampai ada yang mengurangi bahan baku. Pak Prabowo sampai menghitung sendiri menu itu, dan beliau berkesimpulan dengan Rp10 ribu itu masih bisa pakai ayam dan telur. Jadi jangan di-mark up (dilebihkan), anggaran bahan baku itu harus penuh. Selain susu, harus ada dua lauk, bukan satu,” tegasnya. 

Standar Dapur Mitra Belum Merata

Nanik turut menyoroti bahwa sejumlah dapur mitra MBG di beberapa daerah masih belum memenuhi standar kelayakan. Ia menyebut bahwa fasilitas dapur yang belum dilapisi epoxy (untuk memperkuat lantai bangunan) seharusnya belum dioperasikan, namun kenyataannya beberapa dari dapur tersebut sudah aktif. 

“Dari Kuningan sampai Nusa Tenggara Barat (NTB) saya sudah melihat beberapa dapur yang tidak layak. Saat awal peluncuran, dapur yang belum diepoksi tidak boleh jalan, tetapi sekarang banyak dapur yang belum diepoksi, tapi sudah beroperasi,” katanya. 

Untuk menjaga integritas program, Nanik meminta agar semua unsur pelaksana—termasuk ahli gizi dan akuntan—saling mengingatkan dan memonitor pelaksanaan menu. “Tolong saling mengingatkan ahli gizi dan akuntan untuk mengawal menu ini,” ujarnya. 


Tag:

BERITA TERKAIT