Logo
CRIME WATCH.ID

4 Anggota Brimob Diduga Ditikam Oknum TNI di Labuan Bajo: Propam Polda NTT & POM AD Sinergi Investigasi Usut Tuntas Pelaku!

1971 views
Jumat, 12 Juni 2026 - 14:50 WIB {RAMBE}
4 Anggota Brimob Diduga Ditikam Oknum TNI di Labuan Bajo: Propam Polda NTT & POM AD Sinergi Investigasi Usut Tuntas Pelaku!

4 Anggota Brimob Diduga Ditikam Oknum TNI di Labuan Bajo: Propam Polda NTT & POM AD Sinergi Investigasi Usut Tuntas Pelaku!. (Foto: {RAMBE})

Gambar Ilustrasi


TETAP SOLID DAN SIAGA! Kronologi Lengkap

LABUAN BAJO – Respons cepat dan penguatan sinergi antarinstitusi langsung diperlihatkan oleh komando wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Menyusul insiden penyerangan fisik yang menimpa empat personel Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda NTT di Dusun Waemata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, tim gabungan dari Propam Polda NTT dan Polisi Militer Angkatan Darat (POM AD) bergerak kilat melakukan investigasi bersama guna mengusut tuntas motif dan menangkap pihak yang bertanggung jawab.

Langkah taktis investigasi bersama ini membuktikan komitmen kepemimpinan Polri dan TNI yang tetap kokoh, transparan, dan objektif dalam menyelesaikan dinamika di lapangan demi menjaga kondusivitas wilayah hukum Labuan Bajo.


Kronologi Kejadian: Bermula dari Menghadiri Misa Syukur Personel

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Kamis (11/6/2026) dini hari. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa rangkaian acara bermula pada Rabu (10/6/2026) malam, saat sejumlah anggota Brimob menghadiri undangan suci berupa acara misa syukur dan pelantikan salah satu rekan sejawat mereka. Acara kekeluargaan tersebut awalnya berlangsung sangat aman, khidmat, dan kondusif hingga memasuki larut malam.

Petaka mendadak muncul sekitar pukul 01.00 WITA ketika acara telah selesai. Wakil Komandan Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda NTT, AKP Antonio Cortareal, membeberkan bahwa saat itu empat anggotanya berniat untuk bertolak pulang dari lokasi acara dengan tertib.

Namun, di tengah jalan, mereka berpapasan dengan tiga orang pria. Tanpa ada alasan yang jelas maupun provokasi sebelumnya, salah satu dari terduga pelaku tiba-tiba melakukan tindakan fisik yang agresif dengan menendang salah satu personel, yakni Bripda Rivaldo.


Aksi Damai Berujung Anarkis: Niat Melerai Justru Ditikam Senjata Tajam

Melihat rekan mereka diserang secara mendadak tanpa dasar, tiga anggota Brimob lainnya menunjukkan sikap profesional dengan tidak langsung membalas, melainkan maju berusaha melerai agar situasi tidak memanas di lingkungan warga. Namun, itikad baik dan tindakan persuasif para personel Brimob tersebut justru direspons secara anarkis oleh komplotan terduga pelaku.

Salah seorang pelaku secara brutal mengeluarkan senjata tajam dari balik pakaiannya dan langsung melakukan penyerangan membabi buta, yang mengakibatkan empat personel Brimob mengalami luka tusukan serius.

Daftar Tindakan Evakuasi & Pengamanan Pasca-Insiden:

1. Evakuasi Medis : 4 Korban langsung dilarikan ke RS Siloam Labuan Bajo.

2. Tindakan Bedah  : Seluruh korban menjalani operasi intensif akibat luka tusuk.

3. Pengamanan Mako : 1 Unit Kendaraan Taktis (Rantis) Brimob disiagakan di RS Siloam.

4. Tim Gabungan    : Pembentukan tim investigasi bersama Propam Polda NTT & POM AD.


Keempat bhayangkara muda yang terluka saat ini tengah mendapatkan perawatan medis kelas satu secara intensif di RS Siloam Labuan Bajo pasca-menjalani tindakan operasi bedah. Area rumah sakit kini diperketat dengan penyiagaan unit kendaraan taktis (rantis) guna mengantisipasi segala potensi gangguan kamseltibcarlantas di sekitar fasilitas kesehatan.


Sinergitas Tanpa Batas: Propam dan POM AD Dalami Keterlibatan Oknum

Terkait informasi yang beredar luas di masyarakat mengenai adanya dugaan keterlibatan oknum TNI dari satuan Kodim 1630/Manggarai Barat, pimpinan tinggi kedua instansi langsung mengambil langkah tegas. Divisi Propam Polda NTT bekerja sama penuh secara harmonis dengan Polisi Militer Angkatan Darat (POM AD) untuk memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti di tempat kejadian perkara (TKP).

Penyelidikan bersama ini sengaja digelar demi menjamin transparansi, keadilan hukum yang objektif, serta memastikan tidak ada ruang bagi siapapun yang melakukan tindakan premanisme anarkis di wilayah hukum Indonesia. Publik diminta tetap tenang dan mempercayakan penanganan penuh kasus ini kepada tim gabungan TNI-Polri yang sedang bekerja keras mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh.


{RAMBE}


BERITA TERKAIT