Logo
CRIME WATCH.ID

Buktikan Tak Tebang Pilih! Polri Dukung Penuh Kejagung Gulung Oknum Polisi Pemeras Proyek Makan Bergizi Gratis.

2835 views
Jumat, 03 Juli 2026 - 12:38 WIB {RAMBE}
Buktikan Tak Tebang Pilih! Polri Dukung Penuh Kejagung Gulung Oknum Polisi Pemeras Proyek Makan Bergizi Gratis.

Buktikan Tak Tebang Pilih! Polri Dukung Penuh Kejagung Gulung Oknum Polisi Pemeras Proyek Makan Bergizi Gratis.. (Foto: {RAMBE})

Gambar Ilustrasi




 

Keterangan Pers : Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir


KOMITMEN NYATA JENDERAL LISTYO SIGIT! Polri Sikat Habis Oknum Nakal yang 'Mainin' Program Makan Bergizi Gratis.

JAKARTA — Di tengah masifnya sorotan publik terhadap pengusutan kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN) tahun anggaran 2025-2026, Korps Bhayangkara di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjukkan taring dan komitmen transparansinya.

Polri secara terbuka menyatakan dukungan penuh dan menghormati langkah Kejaksaan Agung (Kejagung) yang menetapkan salah satu oknum anggotanya, berinisial LMI, sebagai tersangka baru dalam sengkarut proyek krusial tersebut. Langkah ini menjadi bukti sahih bahwa Polri tidak pernah menjadi "tameng perlindungan" bagi personelnya yang nekat mengkhianati amanat rakyat.


Respons Cepat Mabes Polri: Tak Ada Ruang Kompromi bagi Koruptor!

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa institusinya berdiri di garda terdepan dalam mendukung penegakan hukum yang dilakukan oleh korps adhyaksa. Tak sekadar kata-kata, tindakan tegas di internal kedinasan dipastikan langsung berjalan tanpa pandang bulu.

"Polri mendukung dan menghormati proses penegakan hukum dalam kasus korupsi MBG yang dilakukan Kejaksaan Agung. Kami senantiasa bersikap tegas sesuai ketentuan kedinasan yang berlaku dan berkomitmen tidak ada impunitas terhadap setiap individu personel Polri yang melakukan tindak pidana, termasuk tindak pidana korupsi," tegas Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir di Jakarta.

Sikap ksatria Polri ini langsung mematahkan spekulasi miring yang kerap menuding adanya ego sektoral atau gesekan antar-lembaga penegak hukum. Sebaliknya, Polri justru menunjukkan sinergi yang matang demi menyelamatkan uang negara dan masa depan gizi anak-anak Indonesia.


Modus Oknum LMI: 'Menunggangi' Jabatan di Luar Struktur Polri

Berdasarkan hasil investigasi mendalam, keterlibatan LMI dalam kasus ini sejatinya terjadi ketika dirinya tidak sedang menjalankan fungsi kepolisian secara langsung. LMI tercatat menduduki jabatan strategis di lingkungan eksternal, yakni di Badan Gizi Nasional (BGN).

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengonfirmasi status LMI yang sempat menjabat sebagai Kepala Biro Hukum dan Humas BGN hingga Maret 2025, sebelum akhirnya bergeser menjadi Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN.

“Iya (anggota Polri, red.), tapi menjabat di BGN, ya,” ujar Syarief.

Penyidikan mengungkap, pada tahun 2025 LMI diduga memanfaatkan pengaruh jabatannya di BGN untuk mengondisikan proyek. Ia meminta dua saksi, berinisial YCS dan RD, untuk mendirikan perusahaan khusus pembuat food tray (ompreng). Wadah makanan ini nantinya dijual wajib kepada calon mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan harga yang sudah digelembungkan secara sepihak oleh LMI. Di balik harga tersebut, terdapat persentase keuntungan ("setoran") yang mengalir ke kantong LMI agar izin titik SPPG mitra tersebut disetujui (approve).


Pembersihan Internal Polri Justru Bikin Institusi Makin Solid

Sikap legawa dan dukungan total Polri terhadap penangkapan LMI justru menuai apresiasi dari berbagai pengamat hukum. Alih-alih menutup-nutupi kesalahan anggotanya, Polri era sekarang dinilai jauh lebih bersih, modern, dan akuntabel.

Langkah tegas Polri mengamputasi "tangan-tangan kotor" di internalnya membuktikan bahwa program Clean Government yang dicanangkan Kapolri berjalan optimal. Siapa pun oknum yang berani menyentuh atau merampok hak anak-anak dalam program Makan Bergizi Gratis dipastikan akan langsung menghadapi konsekuensi hukum yang sangat fatal, tanpa terkecuali.

Polri secara nyata telah mengirimkan pesan yang sangat jelas ke seluruh jajarannya: Mengabdi pada negara adalah harga mati, dan tidak ada tempat bagi koruptor di dalam Korps Baju Cokelat!


{RAMBE}


BERITA TERKAIT