Logo
CRIME WATCH.ID

Kapolri Resmi Bentuk Direktorat PPA-PPO di 11 Polda & 22 Polres: Diawaki Polwan, Siap Libas Predator Anak dan Sindikat Internasional!

5585 views
Kamis, 02 Juli 2026 - 10:35 WIB {RAMBE}
Kapolri Resmi Bentuk Direktorat PPA-PPO di 11 Polda & 22 Polres: Diawaki Polwan, Siap Libas Predator Anak dan Sindikat Internasional!

Kapolri Resmi Bentuk Direktorat PPA-PPO di 11 Polda & 22 Polres: Diawaki Polwan, Siap Libas Predator Anak dan Sindikat Internasional!. (Foto: {RAMBE})

Gambar Ilustrasi


GEBRAKAN NYATA!

JAKARTA – Komitmen Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam melindungi kelompok rentan, khususnya kaum perempuan dan anak-anak, kini memasuki babak baru yang semakin progresif dan tangguh. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo secara resmi mengumumkan perluasan pembentukan Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) yang kini telah berdiri kokoh di 11 Kepolisian Daerah (Polda) dan 22 Kepolisian Resor (Polres) di seluruh Indonesia.

Pengumuman luar biasa ini disampaikan langsung oleh Kapolri dalam pidato sakral peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang diikuti secara daring di Jakarta. Langkah taktis ini menegaskan posisi Polri sebagai garda terdepan negara yang tidak hanya fokus pada penindakan pelaku kejahatan, melainkan juga mengedepankan perlindungan menyeluruh dan pendampingan psikologis yang humanis bagi para korban.


Sentuhan Humanis: Diawaki Polwan Demi Kenyamanan dan Respons Cepat Korban

Ada strategi mendalam di balik penguatan struktural ini. Jenderal Listyo Sigit membeberkan bahwa sebagian besar unit Direktorat PPA-PPO yang baru ini sengaja diawaki oleh jajaran Polisi Wanita (Polwan) pilihan.

Peta Transformasi Direktorat PPA-PPO Polri & Rekrutmen Inklusif (Juli 2026):

-----------------------------------------------------------------------------

• Ekpansi Satuan Kerja    : Hadir di 11 Polda Utama dan 22 Polres Strategis.

• Sumber Daya Manusia     : Didominasi Personel Polwan demi Layanan Responsif.

• Reformasi Inklusif      : Sukses Merekrut 21 Anggota Polri dari Penyandang Disabilitas.

• Jalur Meritokrasi       : Merekrut 160 Atlet Berprestasi via Jalur Talent Scouting.

-----------------------------------------------------------------------------


Kehadiran Polwan sebagai ujung tombak pelayanan dirancang khusus untuk menghadirkan proses penegakan hukum yang memiliki perspektif korban (victim perspective). Dengan demikian, para korban kejahatan seksual, KDRT, maupun perdagangan orang dapat merasa aman, nyaman, dan terlindungi saat melaporkan trauma yang mereka alami tanpa rasa takut.

Langkah transformatif ini langsung memanen pujian tinggi dari pemerintah. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas langkah cepat Polri. Menurutnya, pembentukan Direktorat PPA-PPO ini merupakan wujud nyata sinergi negara dalam memutus mata rantai kekerasan seksual dan kejahatan perdagangan orang (human trafficking) di Indonesia.


Bukti Nyata di Lapangan: Gulung Kasus Daycare Terlarang hingga Sindikat Love Scamming Kripto!

Ketangguhan fungsi PPA-PPO Polri bukan sekadar di atas kertas. Komitmen ini dibuktikan lewat keberhasilan Korps Bhayangkara dalam membongkar deretan kasus kejahatan kakap yang sempat mengguncang perhatian publik, di antaranya:

  • Kasus Kekerasan Daycare: Polri berhasil menindak tegas kasus dugaan kekerasan terhadap 110 anak di sebuah tempat penitipan anak (daycare) dengan menetapkan 13 orang sebagai tersangka.
  • Kasus Penyekapan Bandung: Penyelamatan dramatis terhadap seorang perempuan yang diduga menjadi korban penyekapan ilegal di Kota Bandung, Jawa Barat.
  • Sindikat Internasional Pig Butchering: Pengungkapan kasus penipuan daring lintas negara berbasis asmara dan investasi (love scamming) berkedok mata uang kripto. Dalam operasi ini, Polri berhasil menjerat 39 tersangka, di mana 11 orang di antaranya merupakan Warga Negara Asing (WNA).


Sistem Pengaduan Modern dan Rekrutmen Inklusif Ramah Disabilitas

Tidak berhenti sampai di situ, Direktorat PPA-PPO kini terus mengembangkan sayapnya dengan meluncurkan sistem layanan pengaduan terintegrasi yang dikhususkan bagi perempuan, anak-anak, dan kelompok rentan lainnya. Layanan pengaduan ini dibuat sangat aksesibel, cepat tanggap, dan terkoneksi langsung dengan jaringan dinas sosial serta pendamping hukum di daerah.

Di sisi lain, perayaan Hari Bhayangkara ke-80 ini juga menjadi saksi sejarah komitmen inklusivitas Polri dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Menjunjung tinggi meritokrasi, transparansi, dan akuntabilitas, Polri secara resmi mengumumkan rekrutmen 21 penyandang disabilitas untuk mengabdi sebagai anggota Polri, serta menjaring 160 atlet berprestasi melalui jalur pencarian bakat (talent scouting).

Gebrakan komprehensif ini menegaskan bahwa di bawah komando Jenderal Listyo Sigit, Polri terus berevolusi menjadi institusi yang modern, profesional, inklusif, dan berdiri kokoh sebagai perisai pelindung bagi setiap warga negara yang lemah.


{RAMBE}



BERITA TERKAIT