Satu Pelaku Pembantaian 3 Polisi Katingan Akhirnya Tertangkap!
Satu Pelaku Pembantaian 3 Polisi Katingan Akhirnya Tertangkap!. (Foto: {RAMBE})
Atas, Gambar Ilustrasi
Terduga pelaku penyerangan polisi diamankan di sebuah lanting sedot emas, kawasan Desa Tumbang Pariyei, Katingan, Jumat (3/7/2026)
BREAKING NEWS: Terbongkar Skenario Keji Mafia Narkoba Serang Petugas Pakai Senjata Api Rakitan!
KATINGAN – Pergerakan cepat dan senyap jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah akhirnya membuahkan hasil! Hanya dalam hitungan hari setelah gugurnya tiga pahlawan anti-narkoba Polres Katingan, tim gabungan bentukan Kapolda Kalteng berhasil membekuk salah satu aktor utama di balik penyerangan brutal dan keji tersebut.
Pria berinisial S alias A berhasil diringkus tanpa perlawanan pada Kamis, 2 Juli 2026. Penangkapan ini menjadi angin segar sekaligus bukti nyata bahwa Korps Bhayangkara tidak akan pernah mundur selangkah pun melawan komplotan mafia tanah maupun jaringan narkoba yang berani menantang hukum di Indonesia!
“Benar, berdasarkan informasi dari tim yang berada di lapangan, tim gabungan berhasil mengamankan satu terduga pelaku,” tegas Kepala Polda Kalimantan Tengah, Inspektur Jenderal Polisi Iwan Kurniawan, di Katingan.
Detik-Detik Mencekam: Penggerebekan Residivis BIO Berujung Serangan Anarkis Massa
Tragedi berdarah yang menyayat hati ini bermula pada Rabu malam, 1 Juli 2026. Sebanyak 12 personel Satresnarkoba Polres Katingan diterjunkan ke Desa Tumbang Kalemei untuk menindaklanjuti laporan menjamurnya peredaran sabu. Target utamanya adalah seorang residivis kambuhan narkotika berinisial BIO.
Awalnya, operasi taktis ini berjalan mulus sesuai rencana. Target berhasil diamankan oleh petugas. Namun, situasi mendadak berubah menjadi neraka ketika provokasi dari dalam rumah memicu kedatangan massa dalam jumlah besar.
Komplotan pelindung bandar narkoba ini menyerang 12 polisi yang bertugas secara brutal. Tidak main-main, mereka mengepung petugas dengan menghujani senjata tajam jenis parang hingga senjata api rakitan.
“Massa kemudian bertambah dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan,” ungkap Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso.
Demi menyelamatkan diri dari kepungan yang tidak seimbang sembari menunggu bantuan, sejumlah anggota terpaksa melompat, berenang menyeberangi sungai, dan bertahan di dalam hutan lebat.
Gugurnya Tiga Bhayangkara Sejati Penjaga Bangsa
Serangan anarkis di luar batas kemanusiaan ini merenggut nyawa tiga personel terbaik Polri. Aipda Yudhie Perdana Putra gugur di lokasi kejadian dengan luka parah akibat sabetan senjata tajam.
Sementara dua rekannya sempat dinyatakan hilang misterius sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah proses pencarian besar-besaran oleh TNI, Polri, dan Basarnas:
- Bripda Nopandri Ramadhana: Ditemukan pada Sabtu, 4 Juli 2026 pukul 15.55 WIB oleh Briptu Rangga dan Bripda Ryan. Jasadnya ditemukan mengapung kaku dan tersangkut di ranting pohon di seberang Desa Tumbang Lahang.
- Aiptu Sumaryanto: Ditemukan sehari berselang, Minggu, 5 Juli 2026 pukul 08.42 WIB di Sungai Desa Rantau Asem, sejauh 4 kilometer dari lokasi titik penggerebekan awal. Jasadnya langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara Palangkaraya.
Polri Tabuh Genderang Perang: Buru Pelaku Lain Sampai ke Lubang Semut!
Ditangkapnya pelaku berinisial S alias A ini menjadi pintu masuk utama bagi kepolisian untuk membongkar seluruh jaringan dan menangkap pelaku-pelaku lain yang masih bersembunyi di dalam hutan Katingan.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan memastikan bahwa pengejaran tidak akan dihentikan sampai semua pelaku pengeroyokan dan pembantaian ini diseret ke meja hijau untuk menerima hukuman paling berat atau mati!
Gugurnya Aipda Yudhie, Aiptu Sumaryanto, dan Bripda Nopandri adalah bukti nyata pengorbanan tanpa pamrih Polri yang mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan generasi muda dari kehancuran narkoba. Negara tidak boleh kalah, dan darah para syuhada Bhayangkara ini tidak akan tumpah dengan sia-sia!
{RAMBE}