Logo
CRIME WATCH.ID

Kronologi Lengkap Longsor Cisarua: Puluhan Marinir Jadi Korban, 4 Gugur dan 19 Prajurit Masih Dicari

4878 views
Selasa, 27 Januari 2026 - 10:58 WIB redSVG
Kronologi Lengkap Longsor Cisarua: Puluhan Marinir Jadi Korban, 4 Gugur dan 19 Prajurit Masih Dicari

Kronologi Lengkap Longsor Cisarua: Puluhan Marinir Jadi Korban, 4 Gugur dan 19 Prajurit Masih Dicari. (Foto: redSVG)




Bandung Barat — Bencana longsor besar terjadi di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Minggu (26/1/2026). Peristiwa ini menimpa kawasan yang tengah menjadi lokasi aktivitas prajurit Tentara Nasional Indonesia, khususnya dari satuan Korps Marinir.

Puluhan prajurit marinir dilaporkan ikut menjadi korban setelah material longsor berupa tanah, batu, dan lumpur menimbun area tempat mereka berada. Hingga Minggu malam, empat prajurit dinyatakan gugur, sementara 19 personel lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan.


Awal Kejadian: Hujan Lebat Picu Longsor

Longsor terjadi setelah wilayah Cisarua diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak siang hingga sore hari. Kondisi tanah yang labil di kawasan perbukitan menyebabkan tebing runtuh secara tiba-tiba.

Saat kejadian, puluhan prajurit marinir sedang berada di lokasi dalam rangka kegiatan tugas dan pengamanan. Tanpa peringatan, material longsor langsung menerjang area tersebut dan menimbun para personel yang berada di bawah lereng.


Proses Evakuasi: Waktu Berpacu dengan Cuaca

Usai kejadian, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, serta relawan langsung dikerahkan ke lokasi. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena kondisi medan yang berat, lumpur tebal, serta cuaca yang masih berpotensi hujan.

Beberapa korban berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. Hingga laporan terakhir, empat prajurit marinir ditemukan gugur, sementara 19 personel lainnya masih tertimbun dan dalam proses pencarian intensif.

Alat berat dikerahkan secara bertahap dengan mempertimbangkan faktor keselamatan tim penyelamat, mengingat ancaman longsor susulan masih tinggi.


Upaya Pencarian Diperluas

Pencarian korban diperluas dengan metode manual dan bantuan alat berat. Tim SAR juga memanfaatkan anjing pelacak serta pemetaan titik-titik rawan berdasarkan laporan saksi di lapangan.

Pihak TNI memastikan seluruh sumber daya dikerahkan secara maksimal untuk menemukan korban yang masih hilang. Koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi.


Duka Mendalam dan Status Tanggap Darurat

Peristiwa ini menambah daftar panjang bencana longsor di wilayah Jawa Barat yang rawan pergerakan tanah. Gugurnya prajurit marinir dalam tugas kemanusiaan dan pengabdian negara meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi institusi TNI dan masyarakat luas.

Hingga kini, status kewaspadaan tinggi masih diberlakukan di kawasan Cisarua. Masyarakat diimbau menjauhi lokasi longsor dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.


Bencana longsor Cisarua menjadi pengingat keras akan bahaya alam di wilayah rawan pergerakan tanah, terutama saat curah hujan ekstrem. Di tengah risiko besar, para prajurit TNI tetap berada di garis depan, bahkan ketika nyawa menjadi taruhannya.

Proses pencarian terhadap 19 prajurit marinir yang masih hilang terus dilanjutkan, dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan.


{redSVG}


BERITA TERKAIT