Logo
CRIME WATCH.ID

Prof Rycko Amelza Bongkar Rahasia Polri Setop Total Impor Jagung Nasional dan Tembus Pasar Ekspor!

5657 views
Kamis, 25 Juni 2026 - 09:50 WIB {RAMBE}
Prof Rycko Amelza Bongkar Rahasia Polri Setop Total Impor Jagung Nasional dan Tembus Pasar Ekspor!

Prof Rycko Amelza Bongkar Rahasia Polri Setop Total Impor Jagung Nasional dan Tembus Pasar Ekspor!. (Foto: {RAMBE})

Gambar ilustrasi


Prof Rycko Amelza Puji Habis Kapolri: Skuad Bhayangkara Bikin Sejarah Baru Pangan Indonesia! 


Komjen Purnawirawan Profesor Mohammed Rycko Amelza Dahniel


CETAK SEJARAH EMAS 53 TAHUN!

JAKARTA – Sebuah torehan sejarah besar dan fenomenal berhasil dicatatkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam mendukung pilar ketahanan pangan nasional. Setelah selama 53 tahun berturut-turut Indonesia terus bergantung pada pasokan jagung luar negeri sejak tahun 1973, pada tahun 2026 ini, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia resmi menghentikan total (setop) impor jagung dan membalikkan keadaan dengan melakukan ekspor massal.

Keberhasilan luar biasa ini dinilai tidak lepas dari peran taktis, respons cepat, dan pengawalan melekat korps kepolisian di sektor produksi pertanian rakyat.


Polri Mengubah Sejarah Perpanganan Indonesia

Pujian dan apresiasi mendalam tersebut disampaikan langsung oleh Komjen (Purn.) Profesor Mohammed Rycko Amelza Dahniel di Pusat Studi Ilmu Kepolisian, Kompleks STIK-PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2026). Menurutnya, keterlibatan Polri dalam mengakselerasi swasembada pangan telah merubah peta sejarah nasional yang puluhan tahun stagnan.

"Data BPS, jawabannya adalah Indonesia itu selalu mengimpor jagung sejak tahun 1973, dan baru tahun 2026 ini kita menyatakan tidak mengimpor, dan bahkan mengekspor. Berarti selama 53 tahun ini kita impor terus, sejarah dirubah. Sejarah dirubah, karena apa? Dengan adanya satu kebijakan presiden yaitu untuk swasembada pangan, kemudian menugaskan Polri," tegas Prof. Rycko Amelza.

Ia menambahkan bahwa performa impresif ini membuktikan Korps Bhayangkara memiliki kapabilitas luar biasa.

"Jadi Polri bukan hanya mampu melaksanakan tugas pokoknya (penegakan hukum), tapi mampu membuat sejarah dalam sejarah perpanganan Indonesia. Ini membuat sejarah loh," lanjutnya dengan penuh bangga.

Lompatan Sejarah Impor Jagung Indonesia (Data BPS RI):

-----------------------------------------------------------------

• Tahun 1973 - 2025 : Indonesia selalu bergantung pada Impor Jagung.

• Tahun 2026        : Impor DIHENTIKAN TOTAL (0%) & Mulai Ekspor Jagung.

• Kunci Sukses      : Kebijakan Swasembada Presiden & Akselerasi Satgas Polri.

-----------------------------------------------------------------


Telaah Kritis 4 Pilar Pangan: Polri Hadir sebagai Solusi Lapangan

Meskipun mengapresiasi kinerja taktis Polri yang sukses mengubah peta pangan hanya dalam waktu dua tahun, Prof. Rycko juga mengajak semua pihak untuk melakukan bedah evaluasi atau telaah kritis berdasarkan temuan di lapangan. Merujuk pada penjelasan As SDM Kapolri Irjen Pol. Anwar yang juga bertindak sebagai Kasatgas Pangan Polri, terdapat empat faktor krusial yang berhasil diurai oleh kepolisian:

1. Faktor Permodalan dan Pembukaan Lahan

Petani swadaya kerap terbentur modal awal. Untuk membuka lahan yang sudah siap (kondisi datar dan bersih) saja membutuhkan biaya sekitar Rp2 juta per hektare. Biaya ini akan membengkak jika lahan berupa gambut atau rawa. Kehadiran Polri membantu menjembatani akses regulasi dan pengawalan agar beban petani berkurang.

2. Ketersediaan Bibit Varietas Unggul

Selama ini, petani cenderung menggunakan bibit turun-temurun dari hasil panen sebelumnya yang kualitasnya menurun. Polri ikut mendorong pemerintah dan lembaga riset untuk mendistribusikan bibit varietas unggul yang cepat tumbuh, tahan hama, cepat berproduksi, dan tahan banting terhadap cuaca.

3. Akses Distribusi Pupuk yang Ekonomis

Prof. Rycko yang juga seorang pelaku pertanian menceritakan realita di mana harga pupuk dan komponen pendukung seringkali tidak ekonomis di tingkat bawah, sehingga menggerus keuntungan petani. Pengawasan ketat Satgas Pangan Polri memastikan rantai pasok pupuk subsidi tepat sasaran dan bebas dari penimbunan mafia.

4. Memutus Rantai Tengkulak (Akses Pasar)

Hingga kini, mata rantai distribusi yang dikuasai tengkulak masih membayangi kesejahteraan petani selama masa tunggu panen 3 bulan. Pengawalan Polri di sektor tata niaga memastikan stabilitas harga jual jagung petani berada pada angka yang sangat menguntungkan.


Bukan Intervensi, Melainkan Akselerasi Nyata

Senada dengan hal tersebut, pakar Antropologi dari Universitas Indonesia (UI) menegaskan bahwa langkah ketahanan pangan yang dilakukan oleh Polri sama sekali bukanlah bentuk intervensi terhadap sektor sipil, melainkan sebuah akselerasi taktis yang sangat dibutuhkan negara untuk keluar dari zona ketergantungan impor.

Dengan pengawalan hukum yang tegas, mitigasi kecurangan logistik, serta pendampingan langsung personel kepolisian di desa-desa agraris, swasembada jagung yang selama setengah abad hanya menjadi impian, kini berhasil diwujudkan secara nyata pada tahun 2026.


{RAMBE}


BERITA TERKAIT