Logo
CRIME WATCH.ID

Satpam RSUD Cileungsi Nekat Sikat Motor Rekan Kerja di Parkiran Khusus

4984 views
Selasa, 09 Juni 2026 - 11:35 WIB {RAMBE}
Satpam RSUD Cileungsi Nekat Sikat Motor Rekan Kerja di Parkiran Khusus

Satpam RSUD Cileungsi Nekat Sikat Motor Rekan Kerja di Parkiran Khusus. (Foto: {RAMBE})


PAGAR MAKAN TANAMAN!, Siasat Licik Menyamar Jebol Akses Elektronik Terbongkar!

BOGOR – Kasus kriminalitas yang melibatkan orang dalam kembali mengguncang institusi pelayan publik. Alih-alih menjaga keamanan di tempat kerja, seorang oknum petugas keamanan (Satpam) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RH Satibi Cileungsi, Kabupaten Bogor, justru bertindak culas. Oknum satpam berinisial AD tersebut nekat mencuri sepeda motor milik rekan kerjanya sendiri yang terparkir di area steril khusus pegawai.

Aksi kejahatan "pagar makan tanaman" ini berhasil dibongkar oleh jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Cileungsi setelah melakukan investigasi digital berbasis rekaman kamera pengawas (CCTV) dan data lalu-lintas palang parkir otomatis.


Kronologi Aksi Licik: Memanfaatkan Kartu yang Tertinggal dan Menyamar

Aksi pencurian ini bermula pada tanggal 24 Mei 2026, ketika seorang karyawan RSUD Cileungsi terkejut mendapati sepeda motor kesayangannya telah raib dari parkiran khusus pegawai. Korban yang panik langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cileungsi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Cileungsi Komisaris Polisi (Kompol) Edison bergerak cepat memimpin penyelidikan dengan menggandeng pihak manajemen rumah sakit dan pengelola parkir. Pengumpulan alat bukti pun berfokus pada data keluar-masuk kendaraan yang menggunakan sistem kartu akses elektronik.

“Dari hasil pemeriksaan CCTV dan data akses parkir, diketahui kartu akses milik korban digunakan untuk membawa kendaraan keluar dari area rumah sakit,” ungkap Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison.


Dari pelacakan rekaman CCTV, insting tajam penyidik langsung mengarah pada gerak-gerik mencurigakan dari oknum satpam AD pada pagi hari—tepat saat momen pergantian petugas jaga malam ke petugas jaga pagi. Demi mengelabui kamera pengawas dan rekan-rekannya yang lain, AD melancarkan siasat licik dengan menyamar mengenakan jaket serta helm milik orang lain yang berada di lingkungan rumah sakit tersebut. AD dengan mulus melenggang keluar karena memanfaatkan kartu parkir korban yang teledor ditinggalkan di dasbor motor.


Dalih Terlilit Utang Keluarga: Motor Digadai Murah Rp 2,3 Juta

Polisi membutuhkan waktu sekitar sepuluh hari untuk melakukan pemetaan, mengumpulkan bukti, dan memastikan identitas pelaku secara akurat. Ketika bukti-bukti digital sudah mengunci posisinya, AD dipanggil secara intensif dan tidak bisa lagi mengelak dari jerat hukum. Di depan penyidik, ia tertunduk lesu dan mengakui seluruh perbuatan haramnya.

AD berdalih nekat mencuri karena mengalami masalah keuangan yang pelik dan terlilit utang keluarga yang sangat mendesak.

"Uang hasil gadai tersebut, menurut pengakuan pelaku, digunakan untuk membayar utang keluarga," jelas Kompol Edison, Selasa (9/6/2026).

Setelah berhasil melarikan motor korban dari lingkungan rumah sakit, AD langsung bergegas menuju wilayah Kecamatan Gunung Putri. Di sana, ia menggadaikan sepeda motor curian tersebut kepada seorang warga sipil dengan harga miring, yakni hanya sebesar Rp 2,3 juta demi mendapatkan uang cepat.


Polisi Sita Barang Bukti dan Buru Keterlibatan Pihak Lain

Pergerakan taktis Tim Reskrim Polsek Cileungsi akhirnya membuahkan hasil manis pada Ahad, 7 Juni 2026. Polisi berhasil melacak keberadaan unit kendaraan yang dilarikan tersebut, sekaligus mengamankan sang penerima gadai (penadah) beserta barang bukti satu unit sepeda motor curian ke mako polisi.

Saat ini, oknum satpam berinisial AD telah resmi dijebloskan ke sel tahanan Mapolsek Cileungsi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan terancam sanksi pemecatan secara tidak terhormat. Kendati kasus utama telah terungkap, kepolisian menegaskan bahwa proses hukum tidak berhenti sampai di sini saja. Penyidik masih terus melakukan pendalaman secara maraton guna menelusuri kemungkinan adanya pihak-pihak lain atau jaringan internal yang ikut memuluskan rangkaian aksi pencurian di area RSUD Cileungsi tersebut.


{RAMBE}



BERITA TERKAIT