Bareskrim Polri Buru Daniel, Otak Licik Pengendali Ekstasi Jalur Medan-Sidrap yang Manfaatkan Remaja 15 Tahun!
Bareskrim Polri Buru Daniel, Otak Licik Pengendali Ekstasi Jalur Medan-Sidrap yang Manfaatkan Remaja 15 Tahun!. (Foto: {RAMBE})
Atas, Gambar Ilustrasi
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso ditemui di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta.
DORONG ANAK DI BAWAH UMUR JADI TUMBAL!
JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bergerak agresif membongkar jaringan narkotika antar-pulau yang menggunakan modus super licik dan keji. Korps Bhayangkara kini memburu seorang pria bernama Daniel, yang resmi ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Daniel diduga kuat menjadi otak sekaligus pengendali penyelundupan ratusan butir pil setan jenis ekstasi dari Medan, Sumatera Utara, menuju Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.
Langkah cepat dan investigatif Bareskrim Polri berhasil memutus mata rantai peredaran zat terlarang ini sekaligus menyelamatkan generasi muda dari cengkeraman mafia. Ironisnya, demi memuluskan bisnis haramnya, Daniel tega memanfaatkan seorang remaja di bawah umur berinisial AIM (15) sebagai tumbal untuk mengambil paket narkoba di lapangan.
Kronologi Operasi Controlled Delivery Bareskrim Polri: Lacak Paket dari Bandara Soetta
Keberhasilan pembongkaran jaringan ini bermula dari kejelian dan ketajaman intelijen Subdirektorat III Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. Petugas mengendus adanya paket kiriman mencurigakan yang bergerak dari Medan menuju Sidrap via jalur udara.
Tak ingin buruannya lepas, tim Bareskrim langsung berkoordinasi ketat dengan pihak maskapai dan ekspedisi guna melakukan pemeriksaan darurat saat paket tersebut melakukan transit di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Jakarta.
Anatomi Penyergapan Paket Ekstasi Jalur Medan-Sidrap:
1. Endusan Intelijen: Bareskrim lacak paket mencurigakan dari Medan di Bandara Soetta.
2. Uji Laboratorium : Paket dibuka, hasil sampel positif Metamfetamin & Amfetamin (Ekstasi).
3. Taktik Senyap : Polisi terapkan teknik "Controlled Delivery" (pengiriman di bawah pengawasan).
4. Jebakan di Sidrap: Sabtu, 20 Juni 2026, remaja AIM (15) diciduk saat ambil paket di kantor ekspedisi.
5. Pemburuan Otak : Bareskrim buru Daniel (DPO), aktor intelektual pengendali resi pengiriman.
Setelah dilakukan uji laboratorium super cepat terhadap sampel barang yang disembunyikan di dalam paket, hasilnya mengejutkan: benda tersebut positif mengandung metamfetamin dan amfetamin (ekstasi) dengan jumlah total mencapai 327 butir. Petugas kemudian sengaja melepas paket tersebut untuk memancing sang penjemput di lokasi tujuan.
Remaja 15 Tahun Jadi Korban Eksploitasi: Diupah Murah Demi Paket Maut
Strategi controlled delivery Polri terbukti jitu. Pada Sabtu (20/6/2026), petugas yang sudah mengepung sebuah kantor jasa pengiriman di Sidrap langsung menyergap AIM saat tangan kecilnya menerima paket maut tersebut.
Dalam pemeriksaan intensif yang didampingi penyidik, remaja berusia 15 tahun itu menangis dan mengaku tidak tahu bahwa paket yang diambilnya adalah narkoba. Ia mengaku hanya diperalat oleh Daniel, yang memanfaatkan kedekatan pertemanan mereka. Daniel hanya mengirimkan nomor resi ekspedisi via ponsel dan menyuruh AIM mengambilnya.
"Hubungan antara Irfan Mudzafar (AIM) dan Daniel (DPO) hanya sebatas teman main dan hanya disuruh ambil paket dengan cara diberikan nomor resi pengambilan paket tersebut. Kami saat ini fokus penuh melakukan pengejaran terhadap pengirim sekaligus pengendali ekstasi tersebut," tegas Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).
Mirisnya, dari hasil pengembangan penyidikan, AIM mengaku ini merupakan kali kedua dirinya dijadikan alat oleh Daniel. Sekitar tiga minggu sebelum penangkapan, AIM juga pernah diperintah mengambil paket berisi cairan vape yang diduga kuat mengandung zat berbahaya etomidate. Untuk aksi nekat tersebut, sang remaja hanya diberi upah receh sebesar Rp 100.000 oleh Daniel.
Bareskrim Genderang Perang: Kejar Daniel Sampai ke Lubang Semut!
Saat ini, AIM bersama barang bukti 327 butir ekstasi telah diterbangkan dan diamankan di Markas Besar Bareskrim Polri, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan hukum serta perlindungan anak sesuai undang-undang yang berlaku.
Brigjen Eko Hadi Santoso memastikan jajarannya tidak akan tinggal diam melihat eksploitasi anak dalam jaringan narkoba. Tim Opsnal Bareskrim telah disebar ke sejumlah titik krusial untuk melacak keberadaan Daniel dan membongkar sisa-sisa jaringan akarnya, termasuk mendalami keterlibatan narapidana dari dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas). Polri berkomitmen penuh melindungi masyarakat dan menyapu bersih para bandar narkoba tanpa pandang bulu!
{RAMBE}