Logo
CRIME WATCH.ID

Bareskrim, Usut Tuntas Megaskandal Manipulasi Data 'Under-Invoicing' Ekspor Sawit!

5308 views
Rabu, 03 Juni 2026 - 15:07 WIB {RAMBE}
Bareskrim, Usut Tuntas Megaskandal Manipulasi Data 'Under-Invoicing' Ekspor Sawit!

Bareskrim, Usut Tuntas Megaskandal Manipulasi Data 'Under-Invoicing' Ekspor Sawit!. (Foto: {RAMBE})

Gambar Ilustrasi


Skandal Under-Invoicing Jakarta Utara: Polisi Sita Dokumen Rahasia Ekspor Sawit PT MMS. 

Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Kombes Setyo K Heriyanto

Bareskrim Polri menggeledah PT MMS terkait dugaan manipulasi ekspor sawit.


SABOTASE EKONOMI NEGARA! Polri Obrak-Abrik Kantor PT MMS di Jakut,

JAKARTA UTARA – Ketegasan tanpa kompromi dalam melindungi aset kekayaan alam dan menyelamatkan pendapatan kas negara kembali dipertontonkan secara nyata oleh Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri).Dengan Jajaran Direktorat Tindak Pidana Tertentu {Dittipidter) Bareskrim Polri secara resmi melakukan penggeledahan besar-besaran di kantor PT Mitra Makmur Sejahtera (MMS) yang berlokasi di kawasan Jakarta Utara.

Langkah taktis ini diambil Korps Bhayangkara sebagai tindak lanjut investigasi mendalam terhadap dugaan megaskandal manipulasi data dokumen ekspor kelapa sawit (crude palm oil / CPO) yang merugikan keuangan negara hingga nilai yang sangat masif. Tindakan tegas ini menjadi bukti sahih komitmen Polri di bawah jargon Presisi untuk menyapu bersih para mafia komoditas yang nekat melakukan sabotase ekonomi demi keuntungan pribadi.


Gerebek Kantor PT MMS: Penyidik Sita Tumpukan Dokumen dan Alat Bukti Digital

Operasi penggeledahan yang berlangsung secara mendadak dan ketat tersebut mengejutkan pihak manajemen perusahaan. Dengan dipersenjatai surat izin penetapan penggeledahan dari pengadilan, tim penyidik Bareskrim Polri menyisir setiap ruangan di kantor PT MMS guna mengumpulkan alat bukti otentik yang sengaja disembunyikan.

Dari hasil penggeledahan maraton tersebut, Korps Baju Cokelat sukses mengamankan dan menyita sejumlah barang bukti krusial untuk kepentingan penyidikan, di antaranya:

  • Tumpukan bundel dokumen manifes ekspor dan pemberitahuan ekspor barang (PEB) palsu.
  • Dokumen transaksi keuangan domestik dan internasional milik perusahaan.
  • Perangkat digital pendukung seperti komputer, laptop, dan hard disk eksternal yang berisi data digital logistik ekspor.

Seluruh barang bukti tersebut langsung diangkut menggunakan mobil minibus ke markas Bareskrim Polri guna menjalani proses analisis digital forensik oleh tim ahli.


Bongkar Modus 'Under-Invoicing': Trik Kotor Kurangi Setoran Pajak ke Negara

Berdasarkan dokumen penyidikan Bareskrim Polri, PT MMS diduga kuat menjalankan modus operandi culas berupa under-invoicing (pemberian harga di bawah nilai pasar yang sebenarnya) dalam aktivitas ekspor kelapa sawit ke luar negeri.

Secara teknis, perusahaan diduga sengaja memanipulasi data volume, kualitas, serta nilai jual komoditas sawit di dalam dokumen resmi yang dilaporkan kepada otoritas kepabeanan. Dengan mencantumkan harga yang jauh lebih rendah dari nilai transaksi riil dengan pembeli (buyer) di luar negeri, PT MMS secara otomatis berhasil memangkas nilai kewajiban pembayaran Bea Keluar (BK) dan Pungutan Ekspor (PE) yang seharusnya masuk ke kas pendapatan negara.

Praktik manipulasi data ini dinilai sebagai kejahatan ekonomi serius karena tidak hanya mencederai keadilan iklim bisnis sawit nasional, melainkan juga secara langsung menguras hak-hak penerimaan negara yang seharusnya dialokasikan untuk pembangunan kesejahteraan rakyat.


Bareskrim Buru Aktor Intelektual, Transparansi Penyidikan Dikawal Ketat

Pihak Bareskrim Polri menegaskan bahwa penggeledahan di Jakarta Utara ini merupakan pintu masuk awal untuk membongkar gurita jaringan manipulasi ekspor sawit yang lebih luas. Saat ini, tim penyidik tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah saksi kunci, termasuk jajaran direksi, staf bagian keuangan, serta pihak logistik PT MMS.

Polri berkomitmen penuh untuk menangani kasus ini secara transparan, profesional, dan akuntabel guna melacak aliran dana tersembunyi (follow the money) serta memburu sang aktor intelektual di balik skandal under-invoicing ini. Dukungan penuh dari masyarakat terus mengalir bagi Polri agar tidak gentar menghadapi tekanan dari mafia korporasi mana pun, demi tegaknya keadilan hukum dan kedaulatan ekonomi Republik Indonesia.


{RAMBE]



BERITA TERKAIT