BENTENG NEGARA MULAI DARI RUMAH! Polri Gandeng Tokoh Agama & UMKM Sikat Paham Radikal Hingga ke Akar.
BENTENG NEGARA MULAI DARI RUMAH! Polri Gandeng Tokoh Agama & UMKM Sikat Paham Radikal Hingga ke Akar.. (Foto: {RAMBE})
Gambar ilustrasi
Radikalisme Tak Punya Celah! Polri Kerahkan Bhabinkamtibmas dan Tokoh Agama Jaga Tiap Pintu Rumah Warga.
JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus bergerak masif memperkuat lini pertahanan bangsa melalui penguatan ketahanan keluarga dan edukasi publik guna menangkal penyebaran paham radikalisme serta intoleransi. Dari Tangerang hingga Aceh, sinergi antara aparat Bhabinkamtibmas, tokoh agama, dan instansi pemerintah menjadi kunci utama dalam menjaga keutuhan NKRI dari ancaman ideologi berbahaya.
Langkah preventif ini merupakan bukti nyata kehadiran Polri yang proaktif dalam memberikan rasa aman sekaligus membentengi mentalitas masyarakat dari pengaruh negatif yang merusak.
Tangerang: Bhabinkamtibmas & Tokoh Agama Jadi Garda Terdepan
Di wilayah Tangerang, Polri mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas yang bersinergi langsung dengan para tokoh agama untuk memperkuat ketahanan keluarga. Fokus utama gerakan ini adalah menjadikan keluarga sebagai unit terkecil yang mampu melakukan deteksi dini terhadap bibit-bibit radikalisme.
- Kolaborasi Strategis: Melibatkan tokoh agama untuk memberikan pemahaman spiritual yang moderat dan menyejukkan.
- Peran Bhabinkamtibmas: Menjadi konsultan keamanan sekaligus mitra dialog bagi keluarga di tingkat lingkungan terkecil.
- Tujuan Utama: Mencegah infiltrasi paham radikal agar tidak masuk ke ruang keluarga yang merupakan fondasi ketahanan nasional.
Bekasi: Edukasi Ratusan Peserta Forum PUSPA
Tak hanya di Tangerang, penguatan ketahanan keluarga juga digencarkan di Kota Bekasi. Ratusan peserta yang tergabung dalam Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) mendapatkan edukasi mendalam mengenai pentingnya peran orang tua dalam melindungi anak dari pengaruh paham menyimpang.
- Edukasi Masif: Memberikan pemahaman tentang pola asuh yang mengedepankan nilai-nilai toleransi.
- Fokus Kesejahteraan: Memastikan lingkungan keluarga menjadi tempat yang sehat secara psikologis untuk menangkal radikalisme.
Aceh: Sasar Sektor Ekonomi dan UMKM
Pergerakan Polri dalam memutus rantai intoleransi juga menyentuh sektor ekonomi di ujung barat Indonesia. Di Aceh, edukasi pencegahan paham intoleran digelar di lingkungan Dinas Koperasi dan UMKM untuk memastikan para pelaku usaha memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.
- Integrasi Wawasan: Menanamkan nilai-nilai kebhinekaan dalam ekosistem UMKM.
- Benteng Ekonomi: Memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan selaras dengan semangat persatuan tanpa adanya diskriminasi.
Sinergi yang dibangun Polri di berbagai wilayah ini menunjukkan komitmen institusi dalam mengedepankan pendekatan soft power. Dengan memperkuat ketahanan keluarga dan menggandeng seluruh elemen masyarakat, Polri memastikan bahwa paham radikal tidak akan pernah mendapatkan tempat untuk tumbuh di bumi Indonesia.
{RAMBE}