Logo
CRIME WATCH.ID

BNN Peringatkan: Vape Kini Jadi Modus Baru Konsumsi Narkoba, Orang Tua dan Sekolah Diminta Waspada

8463 views
Rabu, 18 Februari 2026 - 14:25 WIB RAMBE
BNN Peringatkan: Vape Kini Jadi Modus Baru Konsumsi Narkoba, Orang Tua dan Sekolah Diminta Waspada

BNN Peringatkan: Vape Kini Jadi Modus Baru Konsumsi Narkoba, Orang Tua dan Sekolah Diminta Waspada. (Foto: RAMBE)


BNN Peringatkan: Vape Kini Jadi Modus Baru Konsumsi Narkoba, Orang Tua dan Sekolah Diminta Waspada

Jakarta – Badan Narkotika Nasional mengungkap temuan terbaru yang patut menjadi alarm publik: vape atau rokok elektrik diduga kian sering dimanfaatkan sebagai media baru untuk konsumsi narkoba. Modus ini dinilai berbahaya karena sulit terdeteksi dan kerap menyasar kalangan remaja.

Badan Narkotika Nasional menyebut cairan dalam perangkat vape dapat dicampur zat terlarang tanpa perubahan mencolok pada bentuk fisiknya. Aroma yang menyerupai perisa buah atau minuman membuat penyalahgunaan makin sulit dikenali.


Modus Baru, Pola Lama

BNN menilai pola ini merupakan adaptasi jaringan peredaran narkoba terhadap tren gaya hidup. Vape yang awalnya dipromosikan sebagai alternatif rokok kini disalahgunakan untuk mengaburkan konsumsi zat adiktif.

Zat terlarang dapat dicampurkan ke dalam liquid, lalu dikonsumsi secara tersembunyi di ruang publik tanpa kecurigaan berarti. Efeknya bisa sama berbahaya dengan metode konvensional, bahkan berisiko lebih tinggi karena dosis sulit terkontrol.


Remaja Jadi Target Rentan

Kekhawatiran terbesar mengarah pada kalangan pelajar dan mahasiswa. Desain vape yang modern dan dianggap “gaul” membuat perangkat ini mudah diterima di lingkungan pergaulan.

BNN mengingatkan orang tua dan pihak sekolah agar lebih peka terhadap perubahan perilaku, aroma tidak biasa, atau penggunaan vape yang mencurigakan.


Pengawasan dan Edukasi Diperkuat

BNN menegaskan akan meningkatkan pengawasan terhadap peredaran liquid mencurigakan serta memperkuat edukasi bahaya narkoba berbasis tren digital. Kerja sama lintas sektor—termasuk aparat penegak hukum dan lembaga pendidikan—disebut menjadi kunci mencegah penyebaran modus ini.

Masyarakat diimbau tidak lengah dan segera melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan.


{RAMBE}



BERITA TERKAIT