Logo
CRIME WATCH.ID

Cegah Ekstremisme Sejak Dini, Densus 88 Antiteror Polri Edukasi 70 SLTA di Provinsi Bali.

6120 views
Jumat, 17 April 2026 - 11:16 WIB {redSVG}
Cegah Ekstremisme Sejak Dini, Densus 88 Antiteror Polri Edukasi 70 SLTA di Provinsi Bali.

Cegah Ekstremisme Sejak Dini, Densus 88 Antiteror Polri Edukasi 70 SLTA di Provinsi Bali.. (Foto: {redSVG})


Direktorat Pencegahan Densus 88 Antiteror Polri memperkuat ideologi Pancasila dan ketahanan generasi muda

melalui program “Ratakan Bali Pro Max” dengan menyasar 70 sekolah tingkat SLTA di Provinsi Bali.


Bali Jadi Benteng Pancasila! Densus 88 Gelar Operasi "Ratakan Bali Pro Max" di 70 Sekolah: Pelajar Disiapkan Jadi Tameng Radikalisme!


DENPASARDirektorat Pencegahan Densus 88 Antiteror Polri melakukan gebrakan besar dalam menjaga kedaulatan ideologi generasi muda di Pulau Dewata. Lewat program bertajuk "Ratakan Bali Pro Max", tim khusus antiteror ini menyisir 70 sekolah SLTA se-Provinsi Bali untuk menanamkan wawasan kebangsaan dan memperkuat daya tangkal pelajar terhadap ancaman radikalisme serta ekstremisme.

Langkah ini membuktikan bahwa Densus 88 tidak hanya bekerja pada penindakan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam memupuk cinta tanah air sejak dini.


Sekolah Sebagai Garda Terdepan Karakter Nasionalis

Perwakilan Direktur Pencegahan Densus 88 AT Polri, Kombes Pol Moh. Dofir, menegaskan bahwa pelajar merupakan aset bangsa yang paling rentan terpapar paham menyimpang di era digital. Program roadshow yang digelar mulai 13 hingga 23 April 2026 ini bertujuan mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan jiwa toleransi yang tinggi.

"Sekolah menjadi garda terdepan dalam membangun karakter pelajar yang berintegritas, toleran, dan berjiwa nasionalis. Kami ingin memperkuat daya tangkal mereka terhadap paham yang bertentangan dengan Pancasila," ujar Kombes Pol Moh. Dofir di Denpasar, Kamis (16/4/2026).


Waspada: "Bullying" Jadi Pintu Masuk Radikalisme

Ada hal unik dan mendalam dalam edukasi kali ini. Densus 88 menyoroti fenomena perundungan (bullying)—baik fisik, verbal, maupun siber—sebagai akar masalah kekerasan remaja. Kombes Pol Dofir memperingatkan bahwa bibit intoleransi dan perundungan yang dibiarkan dapat berkembang menjadi perilaku radikal di masa depan.

Edukasi ini memberikan pemahaman kepada siswa tentang:

  • Nilai-nilai Dasar Pancasila: Sebagai fondasi persatuan di tengah perbedaan.
  • Deteksi Dini: Cara mengenali dan menyaring informasi provokatif di ruang digital.
  • Agen Perubahan: Mendorong siswa menjadi penyebar pesan empati dan harmoni di lingkungan mereka.


Sinergi Lintas Sektor untuk Bali yang Harmonis

Keberhasilan program "Ratakan Bali Pro Max" didukung penuh melalui kolaborasi solid antara Polda Bali, Kanwil Kemenag Bali, serta Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Pendekatan interaktif yang digunakan diharapkan mampu menciptakan kesadaran kolektif agar sekolah menjadi lingkungan yang aman dari penyebaran paham radikal.

Melalui langkah konkret ini, Densus 88 Polri memastikan bahwa generasi muda Bali akan tumbuh menjadi generasi yang tangguh, cinta tanah air, dan siap menjaga harmoni Nusantara dari segala bentuk ancaman ideologi asing.


{redSVG}



BERITA TERKAIT