Logo
CRIME WATCH.ID

DPR Resmi Sahkan RKUHAP Jadi UU — Waktu & Fakta Utama

635 views
Selasa, 18 November 2025 - 13:43 WIB redSVG
DPR Resmi Sahkan RKUHAP Jadi UU — Waktu & Fakta Utama

DPR Resmi Sahkan RKUHAP Jadi UU — Waktu & Fakta Utama. (Foto: redSVG)

BREAKING NEWS!!!

  • Dalam rapat paripurna yang digelar pada Selasa, 18 November 2025, DPR secara resmi mengesahkan RKUHAP menjadi undang-undang. 
  • RKUHAP baru ini akan mulai berlaku efektif pada 2 Januari 2026.
  • DPR menyatakan bahwa semua fraksi telah menyetujui pembahasan RKUHAP dalam Komisi III dan dilanjutkan ke paripurna.
  • Berdasarkan pernyataan Ketua DPR Puan Maharani, isu-isu yang beredar terkait RKUHAP sebagian besar adalah hoaks.


Apa yang Berubah dan Kenapa Ini Penting

  • RKUHAP berisi aturan prosedural acara pidana: pengaturan penyidikan, penuntutan, penahanan, penyadapan, dan hak hukum tersangka maupun korban. Mengubah KUHAP lama berarti sistem peradilan pidana formil Indonesia mengalami pembaruan besar.
  • Dengan mulai berlaku 2 Januari 2026, maka regulasi acara pidana baru bersamaan dengan perubahan regulasi materiil (sebuah konteks yang penting dalam reformasi hukum nasional).
  • DPR dan Pemerintah menegaskan bahwa proses ini telah melibatkan “partisipasi masyarakat” – meskipun Koalisi Masyarakat Sipil dan pihak lain sebelumnya mempertanyakan keterbukaan prosesnya.


Catatan Kritis & Tantangan

  • Meskipun DPR menyebut banyak masukan masyarakat sipil telah diterima, ada pertanyaan seberapa “bermakna” partisipasi tersebut — terutama di tengah kritik dari kelompok-masyarakat yang merasa tidak dilibatkan.
  • Dengan perubahan besar dalam prosedur pidana, diperlukan pemahaman yang kuat dari aparat penegak hukum, lembaga peradilan, dan publik agar tidak terjadi disfungsi atau ketidakpastian hukum saat regulasi mulai berlaku.
  • Waktu efektif yang masih beberapa bulan ke depan (hingga 2 Januari 2026) memberi ruang untuk sosialisasi dan penyiapan implementasi — namun juga waktu bagi pihak-yang merasa perubahan ini belum adil atau transparan untuk menyuarakan keberatan.
  • Pergeseran prosedural seringkali menghadirkan risiko: konflik interpretasi, beban penyesuaian lembaga, dan dampak terhadap hak-hak tersangka serta keberadaan korban dalam proses pidana.


Implikasi Untuk Publik & Sistem Hukum

  • Untuk masyarakat: Perubahan ini berarti bila Anda menjadi tersangka atau korban dalam proses pidana, aturan main acara pidana akan berbeda — dari tahap penyidikan hingga persidangan. Mengetahui hak Anda akan jadi lebih penting.
  • Untuk lembaga penegak hukum: Diperlukan pelatihan, adaptasi operasional, dan penguatan integritas agar regulasi baru dapat diterapkan dengan adil dan efisien.
  • Untuk pengawasan sipil & media: Menjadi momentum untuk memperkuat fungsi kontrol atas proses peradilan—bahwa regulasi besar seperti ini tidak hanya disusun tapi juga diimplementasikan dengan akuntabilitas.
  • Untuk reformasi hukum: Penetapan RKUHAP sebagai UU merupakan salah satu tonggak reformasi formil sistem peradilan pidana—apabila diikuti dengan pembaruan substansial dan mekanisme supervisi yang kuat, maka potensi perbaikan cukup besar.


{redSVG}



BERITA TERKAIT