Logo
CRIME WATCH.ID

Duka dari Lebanon: Prajurit Indonesia di UNIFIL Gugur Saat Konflik Memanas

5509 views
Senin, 30 Maret 2026 - 10:59 WIB RAMBE
Duka dari Lebanon: Prajurit Indonesia di UNIFIL Gugur Saat Konflik Memanas

Duka dari Lebanon: Prajurit Indonesia di UNIFIL Gugur Saat Konflik Memanas. (Foto: RAMBE)


Personel RI Gugur di UNIFIL di Tengah Konflik Hizbullah–Israel

Seorang personel Indonesia yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), dilaporkan gugur di tengah meningkatnya konflik antara Hizbullah dan Israel.


Kabar duka ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, melalui platform X pada Senin (30/3). Ia mengecam keras insiden yang terjadi pada Minggu tersebut, di mana seorang penjaga perdamaian asal Indonesia tewas di tengah situasi permusuhan yang memanas.

Selain korban meninggal dunia, satu personel UNIFIL asal Indonesia lainnya dilaporkan mengalami luka parah. Guterres turut menyampaikan belasungkawa kepada bangsa Indonesia, khususnya kepada keluarga dan rekan korban, serta berharap korban luka dapat segera pulih.

Menurut Guterres, insiden ini merupakan bagian dari rangkaian kejadian yang semakin membahayakan keselamatan pasukan penjaga perdamaian. Ia pun menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat konflik untuk mematuhi hukum internasional dan menjamin keamanan personel serta aset PBB setiap saat.


Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat sejak serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke Israel dan sejumlah wilayah yang menjadi basis aset militer AS di kawasan tersebut.

Konflik meluas ke Lebanon setelah kelompok Hizbullah ikut menyerang target militer Israel. Serangan balasan dari Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.000 warga Lebanon serta melukai ribuan lainnya.

Insiden di perbatasan Israel–Lebanon juga telah menimbulkan korban dari kalangan personel UNIFIL berbagai negara, termasuk Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri RI menegaskan bahwa keselamatan personel Kontingen Garuda menjadi prioritas utama.


“Pemerintah Indonesia terus memantau secara dekat perkembangan situasi serta dampaknya terhadap Kontingen Garuda,” demikian pernyataan resmi kementerian.


{RAMBE}



BERITA TERKAIT