Logo
CRIME WATCH.ID

Jokowi “Turun Gunung” untuk PSI dan Partai di Parlemen Tanggapi Santai — Analis: Pengaruhnya Masih Sakti Meski Tak Lagi Presiden!

3803 views
Minggu, 01 Februari 2026 - 22:20 WIB RAMBE
Jokowi “Turun Gunung” untuk PSI dan Partai di Parlemen Tanggapi Santai — Analis: Pengaruhnya Masih Sakti Meski Tak Lagi Presiden!

Jokowi “Turun Gunung” untuk PSI dan Partai di Parlemen Tanggapi Santai — Analis: Pengaruhnya Masih Sakti Meski Tak Lagi Presiden!. (Foto: RAMBE)



Jakarta, 1 Februari 2026 — Mantan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) mengejutkan jagat politik nasional setelah secara terbuka menyatakan kesiapannya “turun gunung” untuk membantu Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam upaya memperkuat kiprah partai tersebut pasca pemilu. Pernyataan itu disampaikan Jokowi di hadapan kader PSI dalam kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026).


📌 Jokowi Siap Turun Langsung ke Akar Rumput PSI

Dalam pernyataannya, Jokowi menegaskan bahwa dirinya tidak sekadar memberi wejangan semata, tetapi siap turun langsung ke lapangan, bahkan hingga ke tingkat kecamatan, demi membantu PSI memperkuat struktur partai dan membangun “politik berbasis kebaikan” di seluruh Indonesia. Ia menyebut bahwa kekuatan politik bukan hanya soal figur, tetapi juga struktur partai yang hidup dan dekat dengan masyarakat.

Jokowi bahkan menyatakan kesiapannya bekerja “mati-matian” bersama para kader PSI untuk mencapai tujuan itu, menegaskan bahwa dirinya tetap memiliki energi dan pengaruh dalam dinamika politik Tanah Air meskipun masa jabatan sebagai presiden sudah usai.


📌 Partai Parlemen Santai Menanggapi Aksi Jokowi

Sikap politik partai-partai di parlemen terhadap langkah Jokowi ini cenderung santai dan tidak bersikap agresif. Meski mantan presiden itu menunjukkan keterlibatan langsung dalam politik praktis, berbagai partai justru memilih merespons tanpa ketegangan, menandakan bahwa dinamika politik pasca-kepresidenan Jokowi belum memicu polarisasi luar biasa di parlemen.


💥 Analis Politik: Jokowi Tetap Figur “Sakti Mandraguna”

Menanggapi fenomena ini, analis politik yang dikutip oleh Kompas TV menilai bahwa PSI yakin Jokowi masih memiliki “magnet politik” yang kuat di mata publik dan kader partai, meskipun ia tidak lagi menjabat sebagai presiden. Kata “sakti mandraguna” digunakan untuk menggambarkan pengaruh signifikan yang masih melekat pada figur Jokowi dalam kancah politik Indonesia saat ini.

Analisis ini menunjukkan bahwa banyak pihak masih melihat Jokowi bukan sekadar eks-presiden biasa, tetapi figur yang tetap mampu memengaruhi arus politik, terutama dalam konteks membangun dukungan dan elektabilitas partai seperti PSI.


📍 Mengapa Ini Jadi Viral?

  1. Jokowi kembali aktif di politik praktis — langkah yang jarang dilakukan oleh mantan presiden Indonesia.
  2. PSI sebagai partai muda mendapat dukungan langsung dari figur tingkat nasional — hal ini membangkitkan spekulasi tentang masa depan koalisi dan kekuatan partai di pemilu berikutnya.
  3. Reaksi partai parlemen yang santai justru memperkuat narasi bahwa Jokowi masih berpengaruh besar meski tidak lagi berkuasa secara formal.

🔎 Kesimpulan: Langkah Jokowi turun langsung untuk PSI dan respons tenang partai-partai parlemen mencerminkan bahwa pengaruh politik Jokowi belum hilang, bahkan setelah masa jabatannya berakhir — sebuah fenomena yang bisa berdampak besar pada arah politik nasional ke depan. 


{RAMBE}



BERITA TERKAIT