Kapolri Ajak Pemuda PERSIS Perkuat Barisan: Polri Tak Bisa Sendirian Hadapi Serangan Siber dan Narkoba!
Kapolri Ajak Pemuda PERSIS Perkuat Barisan: Polri Tak Bisa Sendirian Hadapi Serangan Siber dan Narkoba!. (Foto: {RAMBE})
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menghadiri sekaligus membuka kegiatan Muktamar XIV Pemuda Persatuan Islam (PERSIS) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/4/2026).
BANDUNG – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa kekuatan sejati bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan global dan stabilitas Kamtibmas terletak pada sinergitas seluruh elemen bangsa. Hal ini disampaikan Kapolri saat menghadiri opening ceremony Muktamar XIV Pemuda Persatuan Islam (PERSIS) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Di hadapan ribuan kader muda, Jenderal bintang empat tersebut menekankan bahwa kolaborasi antara kepolisian dan organisasi kemasyarakatan adalah kunci utama dalam menjaga kedaulatan serta keamanan nasional di era digital.
Polri Membutuhkan Dukungan Elemen Bangsa
Kapolri secara terbuka mengakui bahwa tantangan yang dihadapi Polri saat ini semakin kompleks, mulai dari situasi geopolitik global hingga kejahatan domestik yang memanfaatkan teknologi.
"Kami menyadari bahwa Polri tidak akan bisa berdiri sendiri. Polri tidak akan bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari seluruh elemen bangsa. Oleh karena itu, kolaborasi, persahabatan, dan rasa kekeluargaan antara Polri dan PERSIS harus terus diperkuat," ujar Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Minggu (26/4/2026).
Waspadai 'Senjata' Digital: Misinformasi hingga Kejahatan Siber
Dalam paparannya, Kapolri menyoroti pesatnya perkembangan teknologi yang kerap disalahgunakan oleh pelaku kejahatan. Beberapa ancaman nyata yang menjadi perhatian serius Polri antara lain:
- Misinformasi & Hoaks: Penyebaran berita menyesatkan yang dapat memecah belah persatuan.
- Peredaran Narkoba: Ancaman laten yang merusak generasi muda.
- Kejahatan Siber & Seksual: Kejahatan yang terus berkembang seiring dengan tingginya penetrasi internet.
Menurut Kapolri, pemuda—khususnya kader PERSIS—memiliki peran vital sebagai tameng informasi dan agen perubahan untuk membentengi masyarakat dari pengaruh negatif tersebut.
Mendukung Visi Presiden Prabowo di Tengah Ketidakpastian Global
Jenderal Listyo Sigit juga menyinggung langkah strategis Presiden Prabowo Subianto dalam menavigasi Indonesia di tengah ketidakpastian situasi global. Ia menyebut pemerintah terus berupaya meluncurkan berbagai program terbaik demi kebaikan bangsa, namun semua itu membutuhkan pengawalan melalui stabilitas Kamtibmas yang kondusif.
"Indonesia pernah berjuang bersama mengusir penjajah dengan mengutamakan persatuan. Dengan semangat yang sama, kita akan bisa menghadapi tantangan global yang masuk ke dalam negeri. Ini adalah tugas dan 'PR' bagi para pemuda untuk ikut berkontribusi," tambahnya.
Komitmen Sinergitas Polri-PERSIS ke Depan
Kapolri berharap Muktamar XIV ini menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas. Ke depan, Polri dan PERSIS berkomitmen untuk terus meningkatkan kolaborasi di lapangan guna memastikan setiap amanat nasional dapat dijalankan dengan aman, tertib, dan lancar.
{RAMBE}