Kisah Iptu Kity yang Viral! Dari Memberdayakan Petani Kalsel Hingga Menumpas Mafia Tanah
Kisah Iptu Kity yang Viral! Dari Memberdayakan Petani Kalsel Hingga Menumpas Mafia Tanah. (Foto: Rambe)
Banjarmasin — Sosok Iptu Kity, perwira polisi di Kalimantan Selatan, tengah menjadi sorotan publik. Bukan hanya karena tugasnya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga peran aktifnya dalam memberdayakan petani lokal dan mengambil langkah tegas dalam menindak jaringan mafia tanah di wilayahnya.
Dedikasinya dinilai menjawab dua persoalan besar masyarakat: ketahanan pangan dan kejahatan pertanahan yang selama ini meresahkan.
Dekat dengan Petani, Bantu Akses Pasar & Solusi Pertanian
Iptu Kity dikenal sering turun langsung ke sawah dan lahan perkebunan untuk berdialog dengan petani. Ia tidak hanya memberikan pendampingan keamanan, tetapi juga:
- menghubungkan petani dengan akses pasar yang lebih stabil,
- memfasilitasi distribusi hasil panen,
- membantu edukasi pertanian modern,
- dan mendorong kelompok tani agar lebih produktif.
Pendekatan humanis ini membuat banyak petani merasa lebih terlindungi dan dihargai keberadaannya.
Tak Takut Berhadapan dengan Mafia Tanah
Selain membina petani, Iptu Kity juga aktif memerangi mafia tanah yang kerap menekan masyarakat. Ia terlibat dalam berbagai penindakan kasus pertanahan yang merugikan warga, mulai dari:
- penyerobotan lahan,
- pemalsuan dokumen,
- sengketa tanah warisan,
- hingga permainan oknum yang mencoba memonopoli lahan produktif.
Langkah tegas ini diapresiasi masyarakat karena selama ini kasus mafia tanah kerap sulit disentuh.
Polisi Humanis: Dekat dengan Warga, Tegas pada Pelaku Kejahatan
Kombinasi antara pendekatan sosial dan penegakan hukum keras membuat Iptu Kity menjadi contoh polisi modern yang diharapkan publik. Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan pun menilai praktik seperti ini mampu:
- memperkuat hubungan polisi–masyarakat,
- mengurangi konflik horizontal,
- sekaligus meningkatkan rasa aman petani dalam mengelola lahan.
Dukungan Warga Kalsel Mengalir Deras
Banyak warga menyebut apa yang dilakukan Iptu Kity sebagai bentuk nyata pengabdian tanpa batas. Ia tidak hanya hadir saat terjadi masalah, tetapi juga aktif mendorong perubahan positif di akar persoalan.
{RAMBE}