Komisi III DPR Tekankan Penyelidikan Tuntas Atas Ambruknya Ponpes Al Khoziny. (Foto: Admin)
Jakarta, 8 Oktober 2025 — Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Sari Yuliati, menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa ambruknya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, dan mendesak agar Polda Jawa Timur mengusut secara menyeluruh penyebab musibah tersebut. Menurut Sari, insiden ini bukan semata kecelakaan struktural, melainkan tragedi kemanusiaan yang memerlukan perhatian seluruh pihak, termasuk aparat penegak hukum. “Kami di Komisi III sangat mendukung langkah cepat Polda Jatim yang telah turun tangan untuk mengusut tuntas penyebab ambruknya musala di pondok pesantren ini,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (7/10/2025).
Penegakan Hukum Harus Transparan dan Profesional
Sari menekankan bahwa proses hukum yang digelar harus bersifat transparan dan profesional agar menghasilkan kepastian keadilan bagi korban dan keluarganya. Dia berjanji bahwa Komisi III DPR akan mengawal tahap penyelidikan hingga proses hukum berjalan di pengadilan.
“Kami ingin memastikan penanganan kasus ini menyentuh akar masalah — apakah terdapat unsur kelalaian, pelanggaran prosedur, ataupun faktor lain penyebab tragedi,” kata Sari. Dia juga berharap bahwa hasil penyelidikan menjadi pelajaran penting untuk mencegah kejadian serupa, khususnya di lingkungan lembaga pendidikan dan pesantren.
Data Korban dan Langkah Polisi
Berdasarkan informasi terkini, operasi pencarian korban musibah sudah resmi dihentikan oleh Basarnas, dengan data 104 orang selamat dan 67 orang meninggal dunia, termasuk 8 potongan tubuh.
Polda Jatim menyampaikan bahwa penyelidikan aspek pidana akan dilakukan setelah proses evakuasi dan pembersihan material selesai. Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast, penegakan hukum akan dimulai ketika tidak ada lagi aktivitas di lokasi dan semua jenazah maupun potongan tubuh telah diidentifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara.