Koops Habema Angkat Bicara Soal Ledakan Gereja Papua: Bongkar Bukti Nyata TNI-Polri Difitnah Keji!
Koops Habema Angkat Bicara Soal Ledakan Gereja Papua: Bongkar Bukti Nyata TNI-Polri Difitnah Keji!. (Foto: {RAMBE})
Gambar Ilustrasi
SABOTASE NINGRAT PROPAGANDA!
JAKARTA – Komando Operasi (Koops) TNI Habema bergerak cepat meredam gejolak informasi liar dan hoaks yang sengaja diembuskan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Menanggapi insiden ledakan yang terjadi di luar lingkungan Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni, Mbamogo, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pihak TNI secara tegas menyatakan tidak terlibat sama sekali dalam aksi teror tersebut.
Langkah transparansi ini sekaligus mematahkan narasi sesat yang mencoba membenturkan kemanunggalan TNI-Polri dengan masyarakat Papua demi agenda perpecahan.
Bantahan Keras TNI: Semburkan Narasi Provokasi di Media Sosial
Ledakan misterius yang terjadi pada Minggu (17/5) sekitar pukul 17.51 WITA tersebut dilaporkan mengakibatkan empat orang warga mengalami luka-luka. Pasca-kejadian, muncul berbagai tuduhan sepihak di jagat maya yang langsung menyudutkan aparat keamanan sebagai dalang pengeboman.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol (Inf) Wirya Arthadiguna, menyatakan penyesalan mendalam atas beredarnya berita bohong tersebut dan meluruskan fakta di lapangan.
"Kami menyesalkan adanya pemberitaan dan narasi di media sosial yang langsung menuduh TNI/Polri sebagai pelaku. Di sini kami tegaskan bahwa TNI bukan pelaku pengeboman tersebut," tegas Letkol (Inf) Wirya Arthadiguna dalam siaran pers resminya, Senin.
Investigasi Lapangan: Dua Bukti Autentik TNI Tidak Terlibat
Tidak sekadar membantah, Koops Habema membeberkan sejumlah bukti ilmiah dan teknis yang menunjukkan bahwa tuduhan terhadap aparat adalah fitnah yang tidak berdasar:
- Spesifikasi Granat Berbeda: Jenis granat yang ditemukan di lokasi kejadian dipastikan berbeda total dengan standar persenjataan maupun granat resmi yang dimiliki oleh inventaris TNI.
- Nihil Drone Peledak Sipil: Pihak TNI menegaskan tidak pernah sekalipun menggunakan pesawat nirawak (drone) peledak untuk menyerang warga sipil, apalagi menyasar rumah ibadah yang sakral.
Letkol Wirya menambahkan bahwa tindakan teror tersebut sangat kontradiktif dengan misi utama kehadiran TNI di tanah Papua, yakni untuk menciptakan ruang aman, kondusif, dan memberikan perlindungan penuh kepada warga setempat melalui pendekatan keamanan yang humanis.
Sinergi TNI-Polri Buru Dalang Teror dan Imbauan Stop Hoaks
Hingga saat ini, Koops Habema bersama jajaran kepolisian (Polri) terus melakukan penelusuran intensif untuk mengungkap siapa aktor intelektual di balik aksi keji ini. Kuat dugaan, insiden ini dirancang sebagai bentuk provokasi tingkat tinggi oleh kelompok tertentu yang panik melihat kedekatan emosional antara TNI-Polri dan rakyat Papua.
Aparat mengimbau masyarakat luas untuk menyaring informasi dan tidak ikut menyebarkan isu yang belum terverifikasi. Sinergi pengamanan ketat akan terus ditingkatkan di wilayah Intan Jaya agar situasi kamtibmas tetap terjaga dan tidak memperkeruh keadaan.
{RAMBE}