Logo
CRIME WATCH.ID

Polri dalam Ancaman? Bamsoet Desak Penguatan Ideologi Pancasila untuk Tangkal Radikalisme.

4048 views
Kamis, 07 Mei 2026 - 10:34 WIB {redSVG}
Polri dalam Ancaman? Bamsoet Desak Penguatan Ideologi Pancasila untuk Tangkal Radikalisme.

Polri dalam Ancaman? Bamsoet Desak Penguatan Ideologi Pancasila untuk Tangkal Radikalisme.. (Foto: {redSVG})

Anggota DPR RI, Bambang Soesatyo


Benteng Ideologi Polri: Bamsoet Desak Penguatan Pancasila demi Tangkal Infiltrasi Radikalisme di Tubuh Aparat


JAKARTA – Anggota DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menegaskan bahwa ancaman radikalisme di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) merupakan isu serius yang dapat merusak kepercayaan publik dan ketahanan negara. Masuknya paham ekstrem ke institusi penegak hukum dinilai mampu melemahkan legitimasi negara dalam menjaga ketertiban masyarakat.


Data dan Fakta Paparan Radikalisme

Bamsoet memaparkan sejumlah data riset yang menjadi peringatan keras bagi institusi kepolisian:

  • Riset SETARA Institute (2019): Mencatat hampir 4 persen personel TNI/Polri terindikasi terpapar paham radikal.
  • Survei Alvara Research Center: Menyebut sekitar 23.000 anggota Polri memiliki kecenderungan serupa.
  • Rekam Jejak Kasus: Sejumlah kasus nyata telah terjadi, mulai dari keterlibatan Brigadir Syahputra (2015) hingga Bripda Nesti Ode Sami (2019) yang diduga berafiliasi dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).


Ujian Disertasi Model Pencegahan Radikalisme

Pernyataan tegas ini disampaikan Bamsoet saat menjadi penguji dalam Sidang Promosi Doktor AKP Rifaizal Samual di Kampus PTIK/STIK Jakarta, Rabu (6/5/2026). Disertasi tersebut berfokus pada 'Model Pencegahan Radikalisme di Institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia'.

Dalam sidang tersebut, hadir pula sejumlah tokoh penting sebagai penguji, di antaranya Komjen Pol. Prof Chrysnanda Dwilaksana dan Irjen Pol. Prof Eko Rudi Sudarto.


Strategi 'Imunitas Ideologis' dan Deteksi Dini

Bamsoet menilai pendekatan reaktif tidak lagi cukup untuk menghadapi infiltrasi ideologi yang menyasar level pemikiran. Ia mendorong Polri untuk membangun sistem yang lebih komprehensif:

  • Sistem Deteksi Dini: Memanfaatkan teknologi dan analisis perilaku digital untuk merespons ancaman sejak dini.
  • Pendidikan Berkelanjutan: Menanamkan nilai-nilai Pancasila secara substantif guna membangun daya tahan anggota terhadap paham ekstrem.
  • Kolaborasi Lintas Sektor: Memperkuat kerja sama dengan BNPT, akademisi, dan masyarakat sipil untuk strategi kontra-radikalisasi yang adaptif.

"Menjaga Polri dari infiltrasi radikalisme berarti menjaga masa depan keamanan nasional, menjaga kepercayaan publik, dan memastikan negara tetap hadir melindungi seluruh rakyat Indonesia," pungkas Bamsoet.


{redSVG}



BERITA TERKAIT