Logo
CRIME WATCH.ID

Polri Gelar Pangan Murah dan Bakti Kesehatan, 3.000 Warga Jakarta Utara Terbantu

1758 views
Jumat, 13 Maret 2026 - 14:05 WIB redSVG
Polri Gelar Pangan Murah dan Bakti Kesehatan, 3.000 Warga Jakarta Utara Terbantu

Polri Gelar Pangan Murah dan Bakti Kesehatan, 3.000 Warga Jakarta Utara Terbantu. (Foto: redSVG)

Polri Gelar Pangan Murah & Bakti Kesehatan Serentak di Jakarta Utara, Ribuan Warga Rasakan Manfaat Jelang Lebaran

Menjelang Idulfitri 2026, jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali menunjukkan pendekatan humanis melalui kegiatan sosial yang langsung menyentuh masyarakat.

Melalui Gerakan Pangan Murah dan Bakti Kesehatan, kegiatan ini digelar secara serentak oleh Polda Metro Jaya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (13/3), dengan menyasar sekitar 3.000 penerima manfaat dari berbagai kalangan.

Mereka terdiri dari pengemudi ojek online, buruh, warga sekitar, hingga anggota organisasi kemasyarakatan seperti Banser dan Kokam.

Program ini menjadi bagian dari upaya Polri untuk hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai institusi yang peduli terhadap kondisi sosial masyarakat.


Wakapolri: Polri Hadir Menyentuh Kebutuhan Rakyat

Wakapolri Dedi Prasetyo mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, terutama menjelang momentum Ramadhan dan Idulfitri.

Menurutnya, kepolisian tidak hanya fokus pada keamanan, tetapi juga berupaya membantu masyarakat menghadapi tantangan ekonomi dan kesehatan.

“Selain gerakan pangan murah, kita juga menyelenggarakan kegiatan bakti kesehatan. Kita akan melayani semua kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pangan maupun kesehatan,” ujar Dedi saat menyapa warga di lokasi kegiatan.

Melalui kerja sama dengan Perum Bulog, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga jauh lebih murah dibanding harga pasar.

Komoditas yang disediakan antara lain:

  • beras
  • minyak goreng
  • gula

Harga yang lebih terjangkau tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah, dalam memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadhan.


Apresiasi Bulog terhadap Peran Polri

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memberikan apresiasi terhadap peran Polri dalam mendukung program stabilisasi pangan nasional.

Menurutnya, keterlibatan Polri sangat penting karena mampu menjangkau masyarakat hingga lapisan terbawah.

Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar transaksi jual beli, tetapi juga menjadi stimulus sosial bagi masyarakat yang terdampak fluktuasi harga pangan.

Program Gerakan Pangan Murah sendiri telah berjalan selama dua tahun berturut-turut dengan melibatkan berbagai pihak untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil.


Rekor Stok Beras Nasional

Dalam kegiatan tersebut, Bulog juga mengungkapkan kabar positif terkait ketahanan pangan nasional.

Menurut data yang disampaikan Dirut Bulog, stok beras nasional saat ini mencapai 3,9 juta ton, yang merupakan angka tertinggi pada bulan Maret sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

Bahkan angka tersebut diproyeksikan meningkat hingga 4,3 juta ton pada akhir bulan ini.

Data ini menjadi indikator penting bahwa ketersediaan pangan nasional berada dalam kondisi aman.


Distribusi Puluhan Ribu Ton Beras

Untuk memastikan stabilitas harga di tingkat masyarakat, Polri melalui jaringan di seluruh Indonesia turut membantu proses distribusi pangan dari Bulog.

Setiap bulan, distribusi tersebut mencakup:

  • 80.000 ton beras
  • 43.000 kiloliter minyak goreng

Langkah ini dilakukan agar bantuan pangan benar-benar sampai kepada masyarakat tanpa adanya distorsi harga di pasar.

“Kami berkoordinasi dan bersinergi dengan Bulog untuk mendistribusikan kepada masyarakat. Kita jamin ketersediaan pangan cukup dan stabilitas harga tetap terjaga,” ujar Wakapolri.


Menuju Swasembada Pangan

Dirut Bulog juga menyebutkan bahwa pemerintah menargetkan serapan beras nasional tahun 2026 mencapai 4 juta ton.

Dengan capaian tersebut, stok beras nasional pada akhir tahun diperkirakan dapat menembus lebih dari 5 juta ton.

Surplus ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan nasional.

Kegiatan Gerakan Pangan Murah dan Bakti Kesehatan yang melibatkan Polri menjadi salah satu instrumen penting dalam memastikan manfaat program tersebut benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat.


{redSVG}



BERITA TERKAIT