POLRI REVOLUSI MENTAL! Hapus Budaya Militeristis, Calon Perwira Akpol Kini Digembleng Jadi Polisi Sipil Humanis & Modern
POLRI REVOLUSI MENTAL! Hapus Budaya Militeristis, Calon Perwira Akpol Kini Digembleng Jadi Polisi Sipil Humanis & Modern. (Foto: {RAMBE})
Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir
JAKARTA – Era baru pendidikan kepolisian Indonesia telah tiba. Markas Besar Kepolisian RI (Polri) secara resmi mengumumkan transformasi besar dalam kurikulum pendidikan Akademi Kepolisian (Akpol) dan calon perwira. Fokus utamanya: memperkuat perspektif Hak Asasi Manusia (HAM) dan mengeliminasi sisa-sisa budaya militeristik demi mencetak "Polisi Sipil" yang dicintai rakyat.
Meninggalkan Budaya Lama, Menuju Polisi Modern
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa Polri terus mengevaluasi doktrin pendidikannya sejak reformasi 1998. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap anggota Polri memiliki mentalitas pelindung masyarakat yang humanis, bukan sekadar kekuatan fisik yang kaku.
"Kultur budaya polisi sipil inilah yang kemudian ditanamkan. Kita sedang memperkuat perspektif HAM bagi calon perwira. Disiplin dan hierarki itu perlu, tapi tidak selamanya harus militer," ujar Irjen Pol. Johnny Isir di Mabes Polri, Selasa (7/4/2026).
Komitmen Menghapus Rantai Kekerasan
Langkah revolusioner ini juga didukung kuat oleh Plt. Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, Irjen Pol. Andi Rian R. Djajadi. Dalam komitmennya di hadapan Komisi III DPR RI, ia secara jujur mengakui perlunya membedah siklus kekerasan yang seringkali berkedok pembinaan disiplin.
Berikut adalah beberapa poin perubahan besar dalam pendidikan Polri:
- Kurikulum Non-Fisik Berlebih: Tidak ada lagi latihan beban fisik yang tidak relevan seperti membawa ransel berisi batu bata.
- Benchmark Internasional: Polri mencari referensi pendidikan kepolisian terbaik dari negara-negara maju untuk melahirkan sosok Bhayangkara yang intelek.
- Hapus 'Code of Silence': Melawan budaya bungkam antar senior-junior guna menciptakan transparansi dan akuntabilitas di dalam asrama.
- Pelatihan Pengasuh: Para staf pengasuh akan diberikan pelatihan khusus anti-kekerasan untuk menjadi mentor yang profesional.
Polisi Sipil: Tegas Namun Humanis
Meski meminimalisir unsur militeristik, Polri tetap menjaga ciri khasnya dalam hal disiplin tinggi dan hierarki komando. Transformasi ini diharapkan dapat melahirkan perwira-perwira yang tidak hanya tangguh secara taktis, tetapi juga cerdas dalam menangani konflik sosial dengan pendekatan persuasif dan sesuai koridor hukum HAM.
Langkah berani ini membuktikan bahwa Polri sangat serius dalam mendengarkan masukan publik dan bertransformasi menjadi institusi yang semakin Presisi dan modern.
{RAMBE}