Logo
CRIME WATCH.ID

Satgas Damai Cartenz 2026 Tangkap Penyebar Propaganda Digital di Mimika, Jaringan Terindikasi Terhubung Kelompok Separatis?

9970 views
Selasa, 03 Maret 2026 - 10:31 WIB RAMBE
Satgas Damai Cartenz 2026 Tangkap Penyebar Propaganda Digital di Mimika, Jaringan Terindikasi Terhubung Kelompok Separatis?

Satgas Damai Cartenz 2026 Tangkap Penyebar Propaganda Digital di Mimika, Jaringan Terindikasi Terhubung Kelompok Separatis?. (Foto: RAMBE)

Gambar Illustrasi



Mimika, Papua Tengah — Langkah tegas kembali ditunjukkan aparat keamanan di Tanah Papua. Satgas Damai Cartenz 2026 berhasil menangkap seorang terduga penyebar propaganda digital yang diduga aktif menyebarkan konten provokatif dan narasi separatis melalui media sosial di wilayah Mimika.

Penangkapan ini menjadi bukti bahwa perang melawan disinformasi dan propaganda digital kini menjadi prioritas aparat, bukan hanya operasi lapangan bersenjata.

Menurut keterangan resmi dari Satgas Damai Cartenz, penindakan dilakukan setelah tim siber melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas akun-akun yang terindikasi menyebarkan konten bermuatan provokasi, hoaks, serta narasi yang dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


Operasi Senyap, Berbasis Bukti Digital

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 menyampaikan bahwa penangkapan dilakukan berdasarkan hasil profiling digital dan pengumpulan alat bukti elektronik yang cukup.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigadir Jenderal Polisi Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa tindakan terhadap pelaku propaganda digital merupakan bagian dari strategi menjaga stabilitas keamanan, termasuk di ruang siber. “Kami tidak akan memberikan ruang bagi pihak-pihak yang menyebarkan provokasi, manipulasi informasi, maupun konten yang berpotensi memecah belah masyarakat. Penegakan hukum ini adalah bentuk perlindungan negara agar ruang digital tidak disalahgunakan untuk menebar kebencian dan mendorong konflik,” tegasnya.


Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Komisaris Besar Polisi Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa pengawasan terhadap aktivitas digital akan terus diperkuat melalui patroli siber dan analisis jejak digital secara berkelanjutan. “Keamanan tidak hanya dijaga di lapangan, tetapi juga di ruang digital. Kami mengimbau masyarakat untuk bijak bermedia sosial, tidak mudah terprovokasi, serta tidak turut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Kolaborasi masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujarnya.


“Tim siber kami melakukan patroli digital secara berkelanjutan. Dari hasil pendalaman, ditemukan indikasi kuat adanya distribusi konten propaganda yang berpotensi memecah belah serta mengganggu stabilitas keamanan,” ujar sumber resmi Satgas dalam keterangannya.

Aparat kemudian bergerak cepat dan terukur. Tanpa menimbulkan gejolak di masyarakat, tim berhasil mengamankan terduga pelaku di wilayah Mimika untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Sejumlah barang bukti berupa perangkat elektronik turut diamankan guna kepentingan penyidikan.


Propaganda Digital: Ancaman Baru Stabilitas Papua

Fenomena propaganda digital di Papua bukan persoalan sepele. Narasi yang dibangun melalui platform media sosial kerap digunakan untuk memprovokasi, membentuk opini publik secara sepihak, hingga membangun simpati terhadap kelompok tertentu.

Operasi Damai Cartenz 2026 menegaskan bahwa pendekatan keamanan kini tidak lagi semata-mata bersifat fisik, tetapi juga menyasar ruang digital.

“Upaya menjaga Papua tetap aman bukan hanya di lapangan, tapi juga di ruang siber. Penyebaran informasi yang menyesatkan bisa berdampak nyata terhadap situasi di masyarakat,” lanjut sumber tersebut.

Langkah ini dinilai sebagai strategi preventif untuk mencegah meluasnya konflik horizontal akibat provokasi daring.


Tegas, Terukur, dan Humanis

Penangkapan ini sekaligus menunjukkan komitmen Polri dalam menegakkan hukum secara profesional dan proporsional. Aparat memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Satgas Damai Cartenz 2026 juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kedamaian Papua. Jangan mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya,” tegas pernyataan resmi tersebut.


Komitmen Polri Jaga Stabilitas Nasional

Operasi Damai Cartenz sendiri merupakan operasi terpadu yang bertujuan menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua, termasuk melalui pendekatan penegakan hukum terhadap pelaku kriminal bersenjata maupun penyebar propaganda.

Penindakan terhadap propaganda digital menjadi sinyal kuat bahwa aparat tidak akan membiarkan ruang siber dijadikan alat untuk memicu instabilitas.

Dengan penangkapan ini, Satgas Damai Cartenz 2026 menegaskan satu hal: perang melawan provokasi kini bergerak ke ranah digital — dan aparat siap menghadapinya.


{RAMBE}



BERITA TERKAIT