Logo
CRIME WATCH.ID

Sinergi 5 Negara ASEAN di Manado: Perkuat Keamanan Maritim dan Libas Kejahatan Lintas Negara!

2387 views
Jumat, 08 Mei 2026 - 10:32 WIB {RAMBE}
Sinergi 5 Negara ASEAN di Manado: Perkuat Keamanan Maritim dan Libas Kejahatan Lintas Negara!

Sinergi 5 Negara ASEAN di Manado: Perkuat Keamanan Maritim dan Libas Kejahatan Lintas Negara!. (Foto: {RAMBE})

Delegasi lima negara, Malaysia, Filipina, Vietnam, Thailand dan Indonesia foto bersama jajaran Zona Tengah Bakamla RI usai melakukan dialog penegakan hukum maritim di Kota Manado, Sulawesi Utara.


MANADO – Kota Manado, Sulawesi Utara, menjadi saksi bisu penguatan fondasi keamanan laut di kawasan Asia Tenggara. Lima negara besar, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Thailand, resmi berkumpul di Kantor Zona Tengah Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI untuk menggelar dialog strategis penegakan hukum maritim.

Forum yang bertajuk Maritime Law Enforcement Dialogue Delegates (MLED) ini merupakan langkah nyata dalam mempererat kerja sama kawasan guna menjaga stabilitas perairan serta memberantas berbagai tindak pidana maritim lintas negara.


Misi Besar MLED: Keamanan, Kemanusiaan, dan Lingkungan

Kepala Zona Tengah Bakamla RI, Laksamana Pertama Bakamla Teguh Prasetya, menegaskan bahwa dialog ini adalah kesempatan emas bagi negara-negara tetangga untuk berinteraksi lebih dalam. Fokus utama dari MLED mencakup:

  • Penanganan Tindak Pidana: Memperkuat koordinasi dalam menangani kejahatan di sektor maritim secara kolektif.
  • Pengendalian Lingkungan: Menjaga aspek keamanan lingkungan laut dari kerusakan atau eksploitasi ilegal.
  • Misi Kemanusiaan: Memperkuat penanganan isu-isu kemanusiaan yang sering terjadi di jalur perairan internasional.
  • Berbagi Wawasan: Menjadi sarana bagi setiap negara untuk membuka pikiran dan bertukar pengalaman dalam penanganan konflik maupun isu strategis maritim lainnya.


Dukungan Penuh UNODC dan ASEAN

Pelaksanaan MLED di Manado ini tidak lepas dari dukungan penuh organisasi internasional United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC). Teguh Prasetya mengapresiasi sinergi ini sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjaga kawasan Asia Tenggara tetap kondusif dan aman.

"Keamanan laut dan perairan merupakan tanggung jawab bersama seluruh negara di kawasan. Kami melihat kerja sama kita sangat kuat dalam kawasan dan dengan organisasi ASEAN," ujar Teguh Prasetya pada Kamis (7/5/2026).


Harapan Masa Depan: Kerja Sama Tanpa Ego Sektoral

Bakamla RI berharap pertemuan ini menjadi pemicu untuk interaksi berkelanjutan antarnegara di Asia Tenggara. Dengan membuang ego sektoral dan mengedepankan kolaborasi solid, diharapkan stabilitas keamanan maritim dapat terjaga demi kesejahteraan bersama di masa depan.


{RAMBE}



BERITA TERKAIT