Tanggung Jawab Penuh! TNI AL Beri Santunan dan Kawal Medis Siswa Korban Peluru Nyasar di Gresik!
Tanggung Jawab Penuh! TNI AL Beri Santunan dan Kawal Medis Siswa Korban Peluru Nyasar di Gresik!. (Foto: {redSVG})
Komandan Pasmar 2 Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto saat memberikan keterangan di Surabaya, Minggu (12/4/2026).
Pasmar 2 Surabaya Buka-bukaan! Gandeng Pindad dan Ahli Independen Bongkar Misteri Peluru Nyasar di Gresik: Transparansi Tanpa Batas!
SURABAYA – Komitmen Pasukan Marinir 2 (Pasmar 2) Surabaya dalam menjunjung tinggi transparansi dan rasa tanggung jawab terhadap masyarakat kini menjadi sorotan utama. Menanggapi insiden peluru nyasar di sebuah SMP Negeri di Gresik, Pasmar 2 secara proaktif membuka jalur komunikasi seluas-luasnya dan melibatkan pakar teknologi militer untuk mengusut tuntas fakta di lapangan.
Langkah ini menegaskan bahwa TNI AL tidak hanya fokus pada evaluasi latihan, tetapi juga mengedepankan sisi kemanusiaan dan keadilan bagi para korban.
Uji Balistik Tingkat Tinggi: Gandeng PT Pindad demi Akurasi
Komandan Pasmar 2, Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto, menegaskan bahwa proses investigasi tidak dilakukan secara sembarangan. Pasmar 2 akan memperkuat hasil uji balistik dengan data teknis resmi dari produsen senjata nasional, PT Pindad (Persero).
"Data teknis dari Pindad kami minta untuk memperkuat uji tersebut. Tujuannya agar analisis jangkauan peluru benar-benar akurat, saintifik, dan dapat dipertanggungjawabkan di mata hukum," tegas Mayjen Oni di Surabaya, Minggu (12/4/2026).
119 Personel Diperiksa Maraton: Pomal Kodal Pimpin Proses Hukum
Selain uji teknis, proses hukum secara internal terus bergulir dengan ketat. Sebanyak 119 personel terkait tengah menjalani pemeriksaan maraton oleh Polisi Militer Komando Daerah Angkatan Laut (Pomal Kodal).
Langkah ini diambil untuk memastikan apakah ada prosedur operasi standar (SOP) yang terlanggar saat latihan rutin di lapangan tembak yang berjarak sekitar 2,3 kilometer dari lokasi kejadian.
Kemanusiaan Diutamakan: Santunan dan Perawatan Intensif bagi Korban
Pasmar 2 memastikan bahwa penanganan terhadap dua siswa yang menjadi korban, DF (14) dan RO (15), tetap menjadi prioritas utama. TNI AL telah memfasilitasi perawatan medis sejak awal kejadian di RS Siti Khodijah Sepanjang hingga pemberian santunan.
"Kami sudah melakukan mulai dari awal pengobatan dan perawatan. Satu korban sudah menerima semua perawatan, kontrol, dan santunan. Komunikasi dengan pihak keluarga lainnya terus kami upayakan agar tercapai penyelesaian yang baik dan berkeadilan," tambah Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto.
Evaluasi Total Prosedur Keselamatan Latihan
Insiden yang terjadi pada Desember 2025 lalu ini menjadi momentum bagi Pasmar 2 untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh fasilitas lapangan tembak dan prosedur keselamatan. Dengan menggandeng ahli independen, Pasmar 2 ingin memastikan bahwa setiap kegiatan latihan militer di masa depan tetap berada dalam radius aman yang tidak membahayakan pemukiman warga atau fasilitas pendidikan.
Sikap terbuka Pasmar 2 terhadap langkah hukum dari pihak keluarga korban menunjukkan kedewasaan institusi dalam menghadapi kritik serta komitmen kuat untuk menjaga kemanunggalan TNI dengan rakyat.
{redSVG}