Logo
CRIME WATCH.ID

TNI–Polri Bersatu Perkuat Moderasi Beragama: Strategi Negara Redam Polarisasi dan Ekstremisme

3270 views
Senin, 09 Februari 2026 - 14:04 WIB RAMBE
TNI–Polri Bersatu Perkuat Moderasi Beragama: Strategi Negara Redam Polarisasi dan Ekstremisme

TNI–Polri Bersatu Perkuat Moderasi Beragama: Strategi Negara Redam Polarisasi dan Ekstremisme. (Foto: RAMBE)



Negara mulai menarik garis tegas: isu keagamaan tak boleh menjadi celah perpecahan. Melalui kolaborasi lintas institusi, Kementerian TNI dan Polri memperkuat moderasi beragama sebagai bagian dari strategi stabilitas nasional—bukan sekadar program seremonial.

Langkah ini dibaca sebagai respons atas dinamika sosial yang makin kompleks: polarisasi identitas, radikalisme berbasis tafsir sempit, hingga penyalahgunaan agama untuk konflik sosial.


Kolaborasi Dua Pilar Keamanan Negara

Sinergi ini melibatkan Kementerian TNI dan Polri, dengan fokus pada penguatan pemahaman keagamaan yang inklusif, toleran, dan konstitusional di lingkungan internal aparat serta masyarakat.

Pendekatan yang ditempuh meliputi:

  • Penguatan literasi moderasi beragama bagi personel
  • Pencegahan dini terhadap paham ekstrem
  • Pendekatan persuasif dan humanis dalam menjaga harmoni sosial
  • Kolaborasi lintas tokoh agama dan masyarakat

Pesan utamanya jelas: keamanan nasional dimulai dari ketahanan sosial.


Moderasi Beragama sebagai Instrumen Keamanan

Berbeda dari pendekatan lama yang reaktif, strategi ini menempatkan moderasi beragama sebagai instrumen preventif. Aparat tidak hanya hadir saat konflik meledak, tetapi mencegah sejak benihnya—narasi kebencian, intoleransi, dan provokasi.

Dalam konteks ini, moderasi beragama bukan urusan teologis semata, melainkan kepentingan negara untuk:

  • Menjaga keutuhan NKRI
  • Mencegah radikalisasi di akar rumput
  • Menutup ruang politik identitas yang destruktif


Peran Aparat: Tegas tapi Tidak Represif

Kolaborasi ini menegaskan perubahan pendekatan aparat:

  • Tegas terhadap pelanggaran hukum
  • Persuasif dalam urusan sosial-keagamaan
  • Netral dan adil dalam relasi antarumat

Model ini diharapkan membangun kepercayaan publik, bahwa negara hadir mengayomi, bukan menghakimi.


Sinyal Arah Kebijakan Nasional

Langkah Kementerian TNI dan Polri ini sejalan dengan arah kepemimpinan nasional yang menekankan:

  • Stabilitas jangka panjang
  • Supremasi sipil
  • Keamanan berbasis pencegahan

Moderasi beragama diposisikan sebagai fondasi sosial bagi pembangunan dan demokrasi yang sehat.


Keamanan Dimulai dari Pikiran yang Moderat

Ketika aparat keamanan berbicara soal moderasi beragama, pesan yang disampaikan bukan sekadar toleransi—melainkan peringatan dini bahwa ekstremisme adalah ancaman nyata.

Dan negara memilih satu sikap:

Mencegah lebih baik daripada memadamkan.


OPINI {RAMBE}


BERITA TERKAIT